, VISAKHAPATNAM, –
GMR Airports Limited (GMR Airports), perusahaan operator airport asal India, menyatakan ketertarikannya untuk memperluas investasi di sektor kebandarudaraan Indonesia. Perusahaan nan telah berkolaborasi dalam pengembangan Bandara Internasional Kualanamu di Medan ini siap berperan-serta andaikan pemerintah membuka kesempatan privatisasi airport lain.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Business Chairman International Airports & Energy GMR Group, Srinivas Bommidala, di Visakhapatnam, India, Senin. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berjuntai pada kebijakan pemerintah Indonesia.
“Jika pemerintah membuka kesempatan bagi swasta, kami sangat tertarik untuk ikut dalam proses penawaran. Semuanya berjuntai pada pemerintah Indonesia. Jika pemerintah terbuka untuk privatisasi (bandara), kami siap berpartisipasi,” ujar Bommidala.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kesiapan waktu, Bommidala menegaskan bahwa perusahaannya siap mengikuti kesempatan tersebut kapan saja. Minat ini didorong oleh posisi Indonesia nan dinilai sangat krusial bagi strategi upaya dunia GMR Group.
"Kita tahu, Indonesia adalah salah satu negara nan sangat penting, lantaran itu kami berkeinginan untuk meningkatkan investasi di Indonesia," tegasnya.
Ekspansi Pasar Strategis
Meski telah menanamkan modal di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, GMR Airports merasa perlu untuk memperluas cakupan investasinya. Bommidala menyoroti hubungan sejarah nan kuat antara India dan Indonesia nan telah terjalin selama berabad-abad, apalagi sebelum kedua negara terbentuk, sebagai fondasi nan kokoh untuk kerja sama ekonomi.
Saat ini, investasi GMR Airports di Indonesia diwujudkan melalui kemitraan dengan PT Angkasa Pura II. Kerja sama ini dilakukan lewat pendirian perusahaan patungan (joint venture) PT Angkasa Pura Aviasi dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Dalam skema tersebut, GMR Airports menguasai 49 persen saham, sedangkan 51 persen sisanya dimiliki oleh PT Angkasa Pura II. Kemitraan ini bermaksud mengelola Kualanamu menjadi salah satu hub penerbangan internasional utama di area barat Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas dengan Asia Selatan.
Pengembangan Kapasitas Bandara
Terminal penumpang Bandara Kualanamu saat ini dirancang untuk menampung sekitar 8 juta hingga 9 juta penumpang per tahun. Ke depannya, pengembangan airport bakal dilakukan secara berjenjang dalam empat fase dengan sasaran kapabilitas terminal mencapai 65 juta penumpang per tahun pada 2047.
Ketertarikan GMR terhadap pasar Indonesia juga sejalan dengan strategi pengembangan jaringan penerbangan internasional perusahaan. Bommidala memandang Indonesia sebagai pasar strategis untuk memperkuat konektivitas India dengan Asia Tenggara.
Langkah ini sekaligus membuka akses penerbangan langsung menuju sejumlah destinasi internasional. Peluang tersebut semakin terbuka seiring dengan pengembangan Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju (Bandara Bhogapuram) di Provinsi Andhra Pradesh, India.
Bandara nan baru diresmikan pada Sabtu lampau (1/8) itu ditargetkan mulai beraksi penuh pada Senin mendatang (17/8). “Dengan operasi dan kemitraan nan mencakup India, Indonesia, Filipina, dan Yunani, kami membangun platform penerbangan internasional terpadu nan menghubungkan perekonomian, mendorong pariwisata, memfasilitasi perdagangan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Bommidala.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·