Perkuat Konektivitas, Pelindo Gandeng AMANAIR Jajaki Layanan Seaplane

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) alias Pelindo bekerja sama dengan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMANAIR) menjajaki pengembangan jasa seaplane untuk memperkuat konektivitas antara area pelabuhan dengan wilayah pesisir, kepulauan, dan beragam destinasi di Indonesia.

Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Kerja Sama Pengoperasian Seaplane di Lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), nan dilaksanakan di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (31/8).

Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, mengatakan kerjasama tersebut membuka kesempatan pengembangan konektivitas berbasis pelabuhan sekaligus optimasi area dan akomodasi Pelindo. Inisiatif ini sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia nan mendorong BUMN untuk terus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

"Sebagai port orchestrator dan integrator, Pelindo terus membuka ruang kerjasama untuk menghubungkan ekosistem pelabuhan dengan beragam moda transportasi dan aktivitas ekonomi. Bersama AMANAIR, kami memandang potensi seaplane sebagai pengganti konektivitas nan dapat melengkapi ekosistem transportasi dan maritim Indonesia, ini adalah bagian dari penemuan integrasi modal laut dan udara untuk membantu akomodasi turis maupun juga wilayah terluar terpencil dan kepentingan negara lainnya seperti untuk musibah dan aktivitas sosial lainnya, namun untuk tahap awal bakal dimulai dengan kerjasama dibidang turis dan marina, Kami juga bakal berupaya mengikuti konvensi internasional mengenai dengan pengganti ekosistem moda laut dan udara serta menjadi pilot project besar untuk Indonesia apalagi Asia Tenggara" ujar Farid.

Ada pun ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup penjajakan jasa transportasi seaplane untuk penumpang dan kargo, pengembangan dan pengelolaan water base, terminal serta akomodasi pendukung di area pelabuhan. Kolaborasi juga menjajaki konektivitas menuju destinasi wisata, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan wilayah terpencil nan mempunyai potensi ekonomi, termasuk kesempatan optimasi aset dan akomodasi Pelindo.

Menurut Farid, karakter Indonesia sebagai negara kepulauan membuka ruang bagi pengembangan pengganti konektivitas nan dapat menghubungkan pelabuhan dengan beragam area nan mempunyai potensi ekonomi dan pariwisata.

"Pelabuhan mempunyai posisi strategis sebagai simpul konektivitas. Karena itu, kami mau memandang lebih jauh gimana seaplane dapat melengkapi konektivitas nan sudah ada sekaligus membuka akses menuju area nan potensial untuk dikembangkan," tambah Farid.

Sementara itu, Direktur Utama PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMANAIR), Michael Allan Nicholas, mengatakan kerja sama dengan Pelindo membuka kesempatan untuk

mengeksplorasi konektivitas berbasis seaplane sebagai salah satu pengganti moda transportasi antarpulau di Indonesia.

"Kami memandang kerjasama ini sebagai kesempatan untuk menghadirkan konektivitas seaplane nan dapat menghubungkan pelabuhan, kepulauan, dan beragam destinasi di Indonesia secara lebih fleksibel," ujar Michael.

Sebagai tindak lanjut, Pelindo dan AMANAIR bakal melakukan asesmen berbareng terhadap potensi pengembangan jasa di sejumlah kawasan. Lokasi nan masuk dalam ruang eksplorasi antara lain Benoa di Bali, Gilimas di Lombok, Banyuwangi, Sunda Kelapa, serta sejumlah wilayah di Sulawesi, Papua, Sumatera, dan letak lainnya di lingkungan Pelindo Group.

Asesmen tersebut bakal menjadi dasar untuk memandang potensi pasar, kesiapan letak dan fasilitas, serta kepantasan pengembangan jasa pada masing-masing area sebelum kerja sama memasuki tahapan lebih lanjut.

"Ini merupakan tahap awal nan baik. Kami mau memastikan setiap potensi dikaji secara komprehensif sehingga andaikan nantinya dikembangkan, jasa tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi area pelabuhan dan konektivitas antarpulau," pungkas Farid.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News