Perkuat Kapasitas Tendik, 794 Guru Lulus Program Alfamart dan Alfamidi Class

Sedang Trending 32 menit yang lalu
Penutupan Alfamart dan Alfamidi Class. Foto: dok. Alfamart

Alfamart dan Alfamidi Class resmi ditutup pada Kamis (20/8) lalu. Sebanyak 794 pembimbing vokasi dan 229 sekolah nan mengikuti program ini dinyatakan lulus setelah menjalani rangkaian aktivitas penguatan link and match antara bumi pendidikan dan industri ritel nasional.

Acara penutupan dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Fajar Riza serta Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi Tri Wasono Sunu. Acara berjalan di Kantor Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata (Bispar), Depok, Jawa Barat.

Program nan digagas Alfamart berbareng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini berjalan selama Mei-Agustus 2026. Tujuannya untuk memperkuat kompetensi guru vokasi agar semakin sesuai dengan kebutuhan bumi industri, khususnya sektor ritel.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan bumi industri. Melalui kurikulum berbasis industri, para pembimbing mendapatkan pembekalan teori sekaligus pengalaman praktik mengenai proses upaya dan dinamika kerja di industri ritel melalui program pemagangan di Alfamart.

Program ini juga merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) nan ditandatangani Alfamart dan Kemendikdasmen pada Mei 2026. Saat ini, program Alfamart dan Alfamidi Class telah mencakup 229 business center nan tersebar di 29 provinsi.

Kolaborasi Baik Dunia upaya dan Pemerintah

Wamen Dikdasmen Dr. Fajar Riza mengapresiasi kontribusi Alfamart dan Alfamidi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Menurutnya, kerjasama antara bumi upaya dan pemerintah krusial untuk meningkatkan kompetensi siswa sekaligus memperkuat kapabilitas tenaga kependidikan (Tendik).

“Tadi kita dengarkan testimoni dari guru-guru nan mengikuti program ini, dan mereka memberikan apresiasi nan sangat positif. Pertama mereka mendapatkan faedah dalam proses pemagangan ini, sehingga lebih mengetahui proses upaya nan terjadi dan tentu memberikan nilai tambah saat mereka kembali ke sekolah masing-masing,” ujarnya.

Fajar juga mengapresiasi support konsisten Alfamart dan Alfamidi nan telah menghadirkan program Alfamart Class sejak 2009.

“Kami mengapresiasi Alfamart dan Alfamidi nan konsisten memberikan support terhadap bumi pendidikan vokasi kita, sehingga kita punya Tendik nan tidak hanya kompeten namun juga mempunyai pengalaman terhadap bidang-bidang keilmuan nan mereka ajarkan di sekolahnya (Alfamart dan Alfamidi Class),” tambahnya.

Ia berambisi inisiasi program Alfamart dan Alfamidi Class dalam memberikan pengalaman langsung di bumi industri bagi guru-guru vokasi dapat terus bersambung dan diperluas manfaatnya.

17 Tahun Perjalanan Alfamart Class

Sementara itu, Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi Tri Wasono Sunu mengatakan, program tersebut tidak hanya bermaksud meningkatkan pemahaman Tendik terhadap industri ritel. Program ini juga menjadi bagian dari sinkronisasi kebutuhan bumi upaya dengan pendidikan vokasi.

Alfamart dan Alfamidi Class terus berkembang mengikuti kebutuhan industri sejak pertama kali diluncurkan.

“Selama 17 tahun perjalanan program, Alfamart dan Alfamidi Class terus berinovasi. Tidak hanya menyediakan akomodasi pendukung pendidikan melalui business center ritel modern, tetapi juga memperkuat kapabilitas Tendik agar dapat memahami dan mengimplementasikan proses upaya ritel modern secara lebih komprehensif,” ujar Sunu.

Dari 229 business center nan tersedia, sebanyak 169 merupakan Alfamart Class dan 60 lainnya Alfamidi Class. Sementara itu, 794 pembimbing nan mengikuti program penguatan kompetensi terdiri dari 650 pembimbing Alfamart Class dan 144 pembimbing Alfamidi Class.

“Komitmen Alfamart dan Alfamidi dalam mendukung sektor pendidikan bakal terus kami selaraskan dengan kebutuhan dan dinamika industri nan semakin adaptif. Harapan kami, melalui penguatan kompetensi pembimbing vokasi ini, dapat lahir lulusan nan semakin siap dan mempunyai kompetensi nan relevan untuk menghadapi bumi kerja,” jelas Sunu.

Menurut Sunu, keterhubungan antara pendidikan vokasi dan bumi industri juga terlihat dari penyerapan lulusan. Dalam satu tahun terakhir, sebanyak 3.870 lulusan telah terserap menjadi karyawan, terdiri dari 3.431 lulusan nan berasosiasi dengan Alfamart dan 439 lulusan dengan Alfamidi.

Salah satu peserta program pemagangan, Klasina Akely dari SMKN 1 Sorong, Papua Barat Daya, mengatakan program tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai proses upaya industri ritel.

Selain mengikuti training secara hybrid, para peserta juga menjalani pemagangan di gerai-gerai Alfamart. Pengalaman tersebut membantu pembimbing memahami praktik kerja di industri nan kemudian dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Setelah menjalani program magang (Alfamart Class), saya menyadari bahwa banyak pembelajaran industri nan belum diterapkan di sekolah. Contohnya seperti materi manajemen transaksi. Harapannya tahun depan ada program seperti ini agar para pembimbing mendapat pengalaman berharga. Guru-guru di sekolah bisa langsung terjun ke bumi industri dan dapat kembali ke sekolah untuk menerapkan pengetahuan tersebut kepada siswa sehingga mereka tidak kaget dengan bumi industri ,” jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan