Perum Bulog bakal segera membangun 100 penyimpanan baru untuk memperkuat kapabilitas penyimpanan beras nasional. Terlebih saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) nan dikantongi Bulog telah mencapai 5,25 juta ton.
Direktur Utama (Dirut) Bulog Ahmad Rizal Ramdhani membeberkan saat ini, proses pembangunan telah memasuki tahap lelang dan ditargetkan mulai dikerjakan dalam waktu dekat agar sebagian penyimpanan sudah rampung pada Desember 2026.
“Ini sedang proses lelang proses lelang insyaallah secepatnya kita bakal groundbreaking. Desember itu jadi, jadi kudu kerja sigap itu jadi,” kata Rizal di area Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (31/7).
Rizal menambahkan, proses lelang terbatas bakal melibatkan perusahaan BUMN Karya agar sasaran penyelesaian dapat dipercepat. Setelah proses lelang selesai, Bulog bakal segera menggelar peletakan batu pertama (groundbreaking).
“(Daerahnya) di seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke dan diprioritaskan untuk di 3T terdepan, terluar dan terpencil,” imbuhnya.
Rizal menjelaskan pembangunan penyimpanan tersebut merupakan pengarahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Gudang baru dibangun sebagai bagian dari penguatan prasarana pascapanen di tengah meningkatnya produksi beras nasional.
Rizal melihat, kebutuhan penyimpanan semakin mendesak seiring penyelenggaraan Program Meningkatkan Produktivitas Areal Sawah (PMAAS) nan mendorong penggunaan bibit unggul padi. Program tersebut diproyeksikan bisa menghasilkan produktivitas lebih dari 10 ton gabah per hektare sehingga memerlukan kapabilitas penyimpanan nan lebih besar.
Berdasarkan info Bulog per 31 Juli 2026, realisasi penyerapan CBP telah mencapai 3,507 juta ton alias sekitar 87 persen dari sasaran 4 juta ton nan ditetapkan dalam Inpres. Sementara itu, total stok CBP nan dikuasai Bulog telah mencapai 5,257 juta ton.
Sebelumnya Bulog mendapatkan tambahan kucuran biaya Rp 5 triliun untuk membangun 100 penyimpanan baru tersebut.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·