Perkuat Kapasitas Masyarakat Hadapi Kondisi Darurat, SANY Gelar Pelatihan di Karawang

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Perkuat Kapasitas Masyarakat Hadapi Kondisi Darurat, SANY Gelar Pelatihan di Karawang SANY menggulirkan program Mitra Tanggap Darurat Komunitas Indonesia 2026 dengan melaksanakan training menghadapi situasi darurat di SDN Kondangjaya III, Kabupaten Karawang.(ISTIMEWA)

KEMAMPUAN masyarakat untuk merespons situasi darurat menjadi salah satu aspek krusial dalam mengurangi akibat bencana.

Kondisi itulah nan melatarbelakangi SANY menggulirkan program “Mitra Tanggap Darurat Komunitas Indonesia 2026” (Community Emergency Response Partnership/CERP-Indonesia).

SANY memperkuat kapabilitas masyarakat di tingkat organisasi agar lebih siap mengambil tindakan awal, menolong diri sendiri, dan membantu orang di sekitarnya ketika musibah terjadi.

Rangkaian program sudah dimulai sejak 26 Juli 2026 dan resmi berhujung pada 8 Agustus 2026.

CERPIndonesia diselenggarakan oleh SANY Foundation, China Merchants Charitable Foundation, Shenzhen Public Welfare Rescue Volunteers Federation, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan SANY Indonesia, dengan bekerja-sama berbareng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Nahdlatul Ulama, serta sejumlah lembaga lokal lainnya.

Saanjay Shamdasani, Deputy General Manager/Director Government Relations SANY Indonesia menjelaskan, CERP-Indonesia merupakan bagian dari penerapan internasional “Aliansi Tanggap Bencana Global” SANY, nan membawa pengalaman dan metode tanggap darurat nan telah teruji di lapangan ke komunitas-komunitas di Indonesia.

"Program ini dirancang untuk membangun keahlian masyarakat dalam melakukan pertolongan awal secara berdikari sekaligus saling membantu ketika menghadapi situasi darurat. Program ini juga menjadi corak nyata kerjasama sosial di negara-negara nan berada di sepanjang jalur Belt and Road Initiative," tambahnya, Kamis (13/8).


PELATIHAN DI SEKOLAH


Salah satu aktivitas dalam rangkaian program ini dilaksanakan di SDN Kondangjaya III, Kabupaten Karawang. Pelatihan diberikan bagi tenaga pendidik dan staf sekolah dengan konsentrasi pada kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.

Beberapa aktivitas nan dilakukan antara lain training menggunakan perangkat pemadam api ringan (APAR), teknik melakukan RJP dengan tepat, memindahkan korban, hingga membikin tandu sederhana. Materi praktik dirancang agar dapat langsung diterapkan dalam simulasi rutin sekolah maupun dalam penanganan cedera mendadak nan dialami siswa.

Kegiatan training juga menarik perhatian para siswa nan turut menyaksikan proses praktik. Hal ini menjadi kesempatan untuk mengenalkan pentingnya kesiapsiagaan musibah sejak dini.

Nurhasanah, Kepala Sekolah SDN Kondangjaya III menyatakan pihaknya  sangat mendukung training seperti ini lantaran memberikan pengetahuan nan krusial bagi pembimbing dan staf karyawan.

"Apalagi, kami merupakan pihak nan berada paling dekat dengan siswa ketika terjadi situasi darurat di sekolah. Dengan adanya praktik langsung, kami menjadi lebih memahami langkah nan perlu dilakukan dan diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi beragam kondisi darurat," tandasnya.

Bagi peserta, faedah utama training ini adalah keahlian nan praktis dan dapat langsung diterapkan dalam situasi sehari-hari.

“Seorang peserta memberikan testimoni bahwa sebelum mengikuti pelatihan, dia condong panik saat menghadapi keadaan darurat. Setelah mengikuti pelatihan, dia menjadi lebih memahami langkah nan tepat untuk dilakukan dan lebih siap membantu dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya,” jelas Rony, Manager General Affairs SANY Indonesia.


DIGELAR DI TIGA KOTA


Di Indonesia, program ini dilaksanakan melalui delapan kelas training di Karawang, Jakarta, dan Yogyakarta. Total ada sekitar 400 peserta dari tingkat komunitas.

Materi disesuaikan dengan karakter musibah serta kondisi masyarakat di wilayah masing-masing, dengan lebih dari 70% aktivitas berupa praktik lapangan. Peserta mempelajari keahlian dasar tanggap darurat, seperti RJP/CPR dan pembalutan luka, serta simulasi menghadapi gempa bumi, banjir, dan erupsi gunung berapi, agar di kemudian hari dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja, sekolah, maupun komunitas.

“Pelatihan ini tidak terlalu konsentrasi pada teori nan panjang, melainkan peserta belajar melalui praktik langsung dalam golongan mini dengan pendampingan instruktur. Setiap keahlian diajarkan secara bertahap, mulai dari langkah menggunakan perangkat pemadam api ringan (APAR), teknik melakukan RJP dengan tepat, memindahkan korban, hingga membikin tandu sederhana menggunakan peralatan nan tersedia," lanjut Rony.

Keterampilan tersebut, lanjut dia, kemudian dipraktikkan secara berulang oleh peserta. Para pembimbing memberikan koreksi secara langsung terhadap aktivitas maupun prosedur nan belum tepat.

Menurutnya, pendekatan ini membikin proses pembelajaran terasa lebih dekat dengan situasi nyata nan mungkin dihadapi masyarakat ketika terjadi keadaan darurat. Pelaksanaan training disesuaikan dengan kebutuhan setiap komunitas.

Para tenaga kerja SANY Indonesia mendapatkan materi pertolongan pertama dan penanggulangan musibah secara menyeluruh untuk memperkuat kesiapan di lingkungan kerja sekaligus menjadi bekal membantu masyarakat sekitar. Peserta nan menyelesaikan pembelajaran teori dan lulus penilaian praktik memperoleh sertifikat, sementara peserta terbaik juga diberikan penghargaan.

Lebih dari sekadar pelatihan, seluruh peserta termasuk pembimbing dan staf SDN Kondangjaya III, diharapkan dapat menerapkan keahlian nan diperoleh di lingkungan kerja dan organisasi masing-masing, sehingga turut memperkuat kapabilitas masyarakat dalam merespons situasi darurat.

SANY mempunyai pengalaman dalam mendukung upaya pengamanan ahli melalui pemanfaatan perangkat berat dan jaringan kerjasama tanggap musibah di beragam negara.

Melalui CERP-Indonesia, pengalaman tersebut diperluas ke tingkat organisasi dengan menggabungkan support peralatan profesional, koordinasi jaringan, dan pengembangan kapabilitas masyarakat, sehingga masyarakat mempunyai pengetahuan dan keahlian untuk mengambil tindakan awal saat menghadapi situasi darurat.

“Ke depan, program ini diharapkan dapat dikembangkan di lebih banyak wilayah dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. SANY bakal terus mendorong kerjasama dengan beragam pihak untuk memperkuat kapabilitas organisasi dan jejaring penanggulangan bencana, baik di Indonesia maupun secara global,” tutup Saanjay Shamdasani.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia