Taufik Fajar
, Jurnalis-Selasa, 23 Juni 2026 |18:03 WIB

Perkembangan AI (Foto: Okezone)
JAKARTA – Perkembangan kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong perubahan besar dalam langkah perusahaan menjalankan bisnis. Di kembali pesatnya mengambil AI, cloud computing, dan jasa digital, terdapat satu prasarana nan sekarang semakin strategis bagi perekonomian digital, ialah info center.
Jika sebelumnya info center hanya dipandang sebagai akomodasi penyimpanan data, sekarang perannya berkembang menjadi fondasi utama nan menopang operasional upaya modern. Keandalan prasarana digital apalagi menjadi aspek nan menentukan daya saing perusahaan di tengah transformasi ekonomi berbasis teknologi.
Chief Operating Officer (COO) LG Sinar Mas, Ariawan, menilai meningkatnya penggunaan AI membikin kebutuhan komputasi perusahaan menjadi jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Ketika AI semakin terintegrasi ke dalam proses bisnis, tantangannya bukan hanya soal menambah kapabilitas server. Perusahaan perlu memastikan seluruh prasarana digitalnya betul-betul siap mendukung workload AI nan lebih berat, menjaga keamanan data, dan tetap andal untuk jasa upaya nan melangkah 24/7. Di sinilah kebutuhan system integrator dan info center andal nan memahami konteks bisnis menjadi sangat krusial,” ujar Ariawan.
Menurutnya, transformasi digital nan berjalan di beragam sektor industri membikin info center mempunyai akibat ekonomi nan semakin besar. Gangguan sistem digital tidak lagi hanya menjadi persoalan teknis, tetapi juga dapat berakibat langsung terhadap produktivitas perusahaan, transaksi pelanggan, hingga reputasi bisnis.
Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya perusahaan nan mengandalkan jasa digital secara real-time. Mulai dari sektor perbankan, e-commerce, manufaktur, hingga jasa kesehatan memerlukan sistem nan dapat beraksi tanpa henti untuk melayani jutaan pengguna setiap harinya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·