Peringkat Kredit Naik, Kebutuhan Dana Smelter Inalum Meningkat hingga 2029

Sedang Trending 44 menit yang lalu
Area hilirisasi Inalum. Foto: Inalum

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) alias Inalum mencatatkan kenaikan ranking korporasi menjadi idAA/Stable dari sebelumnya idAA-/Stable. Di saat nan sama, kebutuhan pendanaan perusahaan diproyeksikan meningkat hingga 2029 seiring pengembangan sejumlah proyek strategis hilirisasi aluminium.

Kenaikan ranking tersebut diberikan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk periode 18 Agustus 2026 hingga 1 Juli 2027. Sebelumnya, Pefindo mempertahankan ranking Inalum di level idAA-/Stable selama dua periode, ialah pada 2024 dan 2025.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan kenaikan ranking tersebut menjadi corak kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi perusahaan untuk menjaga esensial upaya dan kesehatan keuangan.

“Peningkatan ranking ini merupakan corak kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi Inalum untuk terus menjaga esensial upaya dan kesehatan finansial perusahaan. Di tengah agenda ekspansi perusahaan nan semakin besar, kami bakal tetap mengedepankan disiplin investasi, memperkuat tata kelola, serta struktur pendanaan nan prudent,” ujar Melati.

Menurut Melati, perusahaan mau memastikan ekspansi nan dilakukan tidak hanya meningkatkan daya saing Inalum, tetapi juga menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang serta mendukung kemandirian industri aluminium nasional.

“ Kami mau memastikan setiap langkah ekspansi perusahaan tidak hanya meningkatkan daya saing Inalum, tetapi menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya kemandirian industri aluminium nasional,” kata Melati.

Ilustasi pekerja Inalum di area tambang. Foto: Inalum

Kenaikan ranking satu tingkat tersebut mencerminkan penguatan esensial upaya dan ketahanan profil finansial Inalum di tengah ketidakpastian dunia dan volatilitas pasar. Peringkat nan lebih tinggi juga memperkuat kredibilitas perusahaan di mata pemangku kepentingan dan lembaga keuangan, sekaligus memberikan fondasi nan lebih kuat untuk mengakses pendanaan.

Kebutuhan Pendanaan Naik

Di tengah penguatan profil kredit tersebut, kebutuhan pendanaan Inalum diproyeksikan meningkat dalam periode 2026-2029. Kenaikan kebutuhan biaya terutama berangkaian dengan pengembangan proyek strategis nasional, ialah Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II dan Smelter Aluminium II.

Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari upaya Inalum memperkuat rantai nilai aluminium nan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sebagai bagian dari Grup MIND ID, Inalum juga terus mengembangkan ekosistem industri aluminium nasional melalui proyek SGAR Fase I dan II serta Smelter Aluminium II.

Meski kebutuhan pendanaan meningkat, Inalum menyatakan bakal mengelolanya melalui strategi pendanaan nan terukur dan terdiversifikasi. Perusahaan tetap bakal menjaga struktur permodalan, likuiditas, serta keahlian menghasilkan arus kas nan sehat.

Kondisi tersebut menjadi krusial lantaran agenda ekspansi perusahaan melangkah berbarengan dengan upaya menjaga kesehatan keuangan. Pefindo sebelumnya mencatat profil finansial nan kuat sebagai salah satu aspek nan mendukung ranking Inalum, dengan akibat proyek dan perubahan nilai komoditas menjadi sejumlah aspek nan perlu diperhatikan.

Ilustrasi instansi Inalum. Foto: Shutterstock

Dari sisi bisnis, Inalum mempunyai posisi strategis di pasar aluminium domestik. Perusahaan merupakan satu-satunya produsen aluminium primer di Indonesia dan didukung sumber daya dari pembangkit listrik tenaga air.

Posisi tersebut juga diperkuat efisiensi operasional dan daya saing biaya. Cash cost Inalum berada pada kuartil pertama dalam kurva biaya global, sementara pedoman pengguna perusahaan telah terdiversifikasi.

Dengan penguatan esensial dan kenaikan ranking angsuran tersebut, Inalum bakal melanjutkan agenda ekspansi sekaligus menjaga disiplin finansial, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan.

Perusahaan menargetkan pengembangan proyek-proyek strategis tersebut dapat meningkatkan kapabilitas dan daya saing industri aluminium nasional sekaligus memperkuat hilirisasi dan pembuatan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan