Peringati May Day, Megawati Bicara Peran Buruh Lawan Penjajahan-Kapitalisme

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri berpesan bahwa kaum pekerja bukan sekedar aspek produksi dalam nomor ekonomi. Para buruh adalah orientasi kemandirian bangsa.

Hal itu disampaikan Megawati melalui rekaman video nan ditayangkan pada aktivitas peringatan Hari Buruh International 2026 PDIP di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (3/5/2026). Megawati menilai, peringatan hari pekerja perlu dilihat dalam perspektif historis dan kebudayaan.

"Mengapa? Sebab perjuangan pekerja merupakan manifestasi perlawanan terhadap beragam belenggu kolonialisme akibat bekerjanya kapitalisme dan imperialisme," ucap Megawati.

Megawati juga menceritakan dimana Indonesia merasakan derita saat masa kolonialisme Belanda dengan adanya cultuurstelsel alias sistem tanam paksa. Menurutnya perjuangan keadilan di bagian ekonomi jadi prinsip krusial sosio-demokrasi pada Pancasila.

"Keadilan dalam ranah ekonomi inilah nan tidak hanya diperjuangkan buruh, namun juga menjadi tujuan ideologis kemerdekaan Indonesia," ucapnya.

Presiden ke-5 RI itu mewanti-wanti adanya persaingan antarbangsa saat ini. Sehingga perlu peningkatan kualitas dan produktivitas para pekerja di Indonesia.

"PDI Perjuangan menegaskan bahwa pekerja bukan sekadar aspek produksi dalam angka-angka ekonomi, melainkan soko pembimbing perjuangan dan berbareng petani, nelayan, menjadi orientasi kemandirian bangsa," ucap dia.

Dalam kesempatan nan sama, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) berbareng para pekerja. Hasilnya ada manifestasi perjuangan buruh.

"Kami juga mendengarkan, memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasinya dan Manifesto Perjuangan Buruh secara resmi tadi dibacakan," kata Hasto.

Hasto menyebut dalam kemerdekaan Indonesia melekat dengan narasi pembebasan rakyat. Namun narasi itu mulai lenyap lantaran Orde Baru.

"Nah narasi pembebasan inilah nan selama ini banyak dilupakan akibat de-Soekarnoisasi nan berjalan selama pemerintahan Orde Baru. Sehingga ketertindasan rakyat terjajah ini memerlukan suatu upaya-upaya politik di dalam membangun kesadarannya," sebutnya.

"Bahwa kekuasaan nan kita peroleh melalui kemerdekaan Republik Indonesia kudu difokuskan kepada keberpihakan terhadap mereka nan tetap miskin, terpinggirkan, dan diperlakukan tidak adil," tambahnya.

(ial/dwr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News