Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak-pihak nan bayar untuk menunggangi demo. Prabowo memperingatkan pihak-pihak itu.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam aktivitas Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo nan digelar kemarin, Rabu (25/4/2026). Acara ini dihadiri menteri, pejabat dan para kepala daerah.
Prabowo menyinggung sejumlah perihal dalam pidatonya, termasuk soal demonstrasi nan terjadi di sejumlah wilayah belakangan ini. Kata Prabowo, dia mengaku tahu tokoh di kembali demonstrasi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo menyebut pihak-pihak tersebut tidak suka dengan dirinya. Prabowo menegaskan dia mengetahui orang-orang nan korup.
"Sopan-sopan tetap maling, sopan-sopan korupsi. Sok, sok kaya, sok banyak duit. Kalau duitnya maling dari rakyat. Saya sudah lama jadi orang Indonesia, gua kenal itu semua itu, Saudara-saudara. Mereka nggak suka sama Prabowo lantaran Prabowo ngerti," kata Prabowo.
Prabowo menyinggung pihak-pihak itu turut terlibat memberikan penghasilan dalam demo belakangan ini. Prabowo memperingatkan pihak-pihak itu.
"Saudara-saudara sekalian. Hati-hati, lho. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa nan bayar-bayar demo, gua tahu itu. Tapi nggak apa-apa, main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo, nggak ngerti. Mau demo apa, ya? Hmm. Kami dibayar Rp 200 ribu, gitu, kan. Tapi ada. Saya nggak mengerti," katanya.
Prabowo heran ada pihak nan tidak mendukung pemerintahannya bersaing dengan negara lain. Ia berambisi pemerintah, rakyat, seluruh komponen bangsa lain kompak, seperti tim sepakbola.
"Saudara-saudara, kita ini jika merasa apa ya, jika kita di dalam pertandingan gitu, ya. Kita jadi suporter kan, kita mendukung satu tim. Ayo maju, maju, maju. Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara. Harusnya bangsa ini kompak. Kalau ada nan kurang, kawan nan kurang, tim kita lagi main, ya mainnya kurang bagus, ya tetap di di-suporter, ya. Nanti begitu sudah selesai pertandingan, baru dikoreksi," ujarnya.
"Jangan lagi main bawa bola, salah, goblok. Lagi main di tengah lapangan di disorak-sorakin. Teman sendiri, kesebelasan sendiri. Jadi kayaknya kita tuh tidak bangga dengan apa nan dihasilkan oleh bangsa sendiri," imbuhnya.
(whn/yld)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·