Pergeseran Markas Judol Kamboja dkk Terungkap Usai Polri Gerebek Gedung di Jakbar

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Polri mengungkap ada pergeseran markas gambling online dari Kamboja, Myanmar hingga Laos ke Indonesia. Hal itu terungkap setelah Polri menggerebek gedung di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, nan digunakan sebagai markas gambling online (Judol).

Dirangkum detikcom, Minggu (10/5/2026), National Central Bureau (NCB) Hubinter Polri mengungkap basis-basis gambling online dan penipuan alias scam dari Myanmar, Kamboja, hingga Laos mulai bergeser ke Indonesia. Sekretaris NCB Hubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko menegaskan pihaknya tak bakal memberantas perihal tersebut.

"Perkembangan hari ini menunjukkan bahwa pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beranjak ke Indonesia sebagaimana nan saya sampaikan kemarin saat kami di Batam mengungkap perihal nan sama bahwa pasca ditertibkannya pola-pola operasi daring baik itu scamming, nan terdiri atas love scam, investasi online termasuk pertaruhan online," kata Untung.

Untung mengatakan wilayah nan menjadi server gambling online biasanya berada di Myanmar, Kamboja, Laos hingga Vietnam. Kini, negara-negara tersebut mulai gencar melakukan penindakan.

"Sebagaimana diketahui pula bahwa wilayah Indo-China khususnya Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam nan selama ini menjadi basis-basis dari perekrutan dan aktivitas tindak pidana daring nan sasaran korbannya transnasional, penduduk negara asing," ucap dia.

Untung menyebut Polri telah mengantisipasi pergeseran server judol tersebut ke Indonesia. Polri telah melakukan penindakan di sejumlah wilayah.

"Setelah ditertibkan mulai terjadi pergeseran ke Indonesia dan itu tentunya sudah kami antisipasi dan kami prediksi. Sebagai nan kita ketahui sudah dilakukan beragam upaya penangkapan dan pengungkapan mulai dari Surabaya, Denpasar, Surakarta, Yogyakarta, Batam, Sukabumi dan Bogor," ucap dia.

Terbaru, ada 321 orang penduduk negara asing (WNA) nan ditangkap dalam penyergapan di Hayam Wuruk. Dari jumlah itu, 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Dan hari ini 321 ada di Jakarta, ada di Hayam Wuruk. Jika rekan-rekan melihat, situasi tempat ini, situasi gedung ini memang dari luar sangat tidak diduga bahwa di dalamnya terdapat aktivitas tindak pidana dalam perihal ini adalah gambling online," imbuhnya.

Untung mengatakan ancaman judol jaringan internasional ini tidak hanya menyasar masyarakat Indonesia. Dia mengatakan para pelaku juga mengincar penduduk di luar negeri.

"Dan kejadian ini menunjukkan bahwa ancaman tindak pidana transnasional nan dalam ini diungkap oleh Tidpidum Bareskrim Polri gambling online nan sasarannya tentu tidak hanya masyarakat Indonesia tetapi juga masyarakat di luar," tutur dia.

Polri telah berkoordinasi dengan Imigrasi untuk melakukan pencegahan masuknya penduduk negara nan sebelumnya menjadi server gambling online di Asia Tenggara. Dia mengatakan perihal itu merupakan antisipasi terhadap berkembangnya kasus gambling online.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bapak Dirjen Imigrasi gimana untuk negara-negara nan kita indikasikan sebagai subject of interest alias SOI, dapat kita antisipasi. Terutama negara nan sudah disebutkan Pak Dirtipiddum tadi, di mana penduduk dari negara tersebut diindikasikan mempunyai jejak digital untuk melakukan kejahatan transnational crime secara digital," katanya.

"Rekan-rekan tahu Sihanoukville, Mae Sot, Poipet, rekan-rekan tahu Myawaddy, rekan-rekan tahu Bavet, rekan-rekan tahu poipet, di sanalah tempat server-server nan tadinya berada dan sekarang ditertibkan dan mulai digeser ke wilayah Indonesia," pungkasnya.

(haf/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News