MBG(MI/Usman Iskandar)
PERGANTIAN ketua Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai kudu menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih transparan, akuntabel, dan efektif dalam pelaksanaannya di lapangan.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Abdul Rivai Ras, menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah nan melakukan pertimbangan dan penyegaran kepemimpinan di BGN melalui pergantian kepala badan beserta sejumlah jejeran ketua lainnya.
“Yang terpenting bukan siapa nan memimpin, tetapi gimana program MBG terus memberikan faedah optimal bagi masyarakat,” ujar Abdul Rivai Ras dalam keterangannya, Selasa (3/6).
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam memastikan program strategis nasional itu melangkah optimal dan terus mengalami perbaikan.
“Pergantian ketua BGN menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan Program Makan Bergizi Gratis melangkah semakin baik. Evaluasi dan penyegaran organisasi merupakan bagian normal dari tata kelola pemerintahan nan berorientasi pada hasil,” jelasnya.
Sebagai organisasi nan menaungi pelaku upaya dan pengelola dapur pelaksana MBG di beragam daerah, APPMBGI menilai pergantian ketua menjadi sinyal positif bahwa pemerintah aktif melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan program nan menyangkut kebutuhan gizi jutaan anak Indonesia.
“Keputusan Presiden menunjukkan bahwa penyelenggaraan program strategis nasional terus dipantau dan dievaluasi. Ketika ditemukan area nan perlu diperkuat, pemerintah tidak ragu melakukan langkah korektif. Ini merupakan pesan krusial bahwa tata kelola nan baik kudu menjadi fondasi utama keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Selain itu, Abdul Rivai memastikan pergantian ketua tidak bakal mengganggu jalannya program nan sekarang telah mempunyai jaringan penyelenggaraan di beragam wilayah Indonesia. Menurut dia, prasarana pengedaran dan sistem jasa nan telah terbentuk tetap dapat melangkah normal selama masa transisi.
“Program MBG telah mempunyai struktur, jaringan, dan sistem penyelenggaraan nan melangkah di seluruh Indonesia. Karena itu, pergantian ketua tidak menghentikan pelayanan kepada masyarakat. Kami berambisi seluruh proses transisi dapat berjalan sigap dan efektif sehingga pelayanan tetap melangkah tanpa hambatan,” ujarnya.
Ia juga menilai momentum pergantian ketua kudu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas jasa sekaligus memperkuat transparansi dan pengawasan program.
“Pergantian kepemimpinan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pengawasan, memastikan standar gizi terpenuhi, serta meningkatkan konsistensi penyelenggaraan di lapangan. Selain itu, kami berambisi ke depan tata kelola program semakin transparan, terbuka terhadap masukan, dan bisa membangun kepercayaan publik nan lebih kuat,” tuturnya.
Sebagai mitra pemerintah dalam penyelenggaraan MBG, APPMBGI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberhasilan program melalui peningkatan kualitas pengelolaan dapur, penguatan kapabilitas sumber daya manusia, serta kepatuhan terhadap standar keamanan pangan dan standar gizi nasional.
“Prioritas utama tetap memastikan anak-anak Indonesia memperoleh akses makanan bergizi nan aman, berkualitas, dan tepat waktu. Pergantian ketua hendaknya dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat program, bukan sebagai halangan bagi pelaksanaannya,” tukasnya.
APPMBGI juga membujuk seluruh pemangku kepentingan untuk tetap konsentrasi pada tujuan utama program, ialah meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami optimistis Program Makan Bergizi Gratis bakal semakin baik, semakin akuntabel, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (Dev/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·