Perempuan Disekap dan Dianiaya Pacar Selama 3 Tahun di Cileunyi Bandung

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang perempuan disekap selama tiga tahun diduga oleh kekasihnya sendiri. Perempuan inisial YTT (29) itu sebelumnya dilaporkan lenyap oleh pihak keluarganya sejak lebih dari tiga tahun lalu.

Diberitakan detikJabar, YTT diduga disekap kekasihnya, TH, di sebuah indekos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. Dia diduga mendapatkan penganiayaan selama penyekapan tersebut.

Setelah sukses dilepaskan, YTT didapati mengalami luka berat nan mempengaruhi keahlian penglihatan, bicara, hingga berjalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menerangkan kasus itu terungkap setelah pelapor menerima info melalui WA dari seseorang tak dikenal bahwa korban berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki dan luka ringan di bagian tangan," kata Hendra, Selasa (16/6) dikutip dari detikJabar.

Hendra menyebut pihak family sebelumnya tidak mengetahui keberadaan korban. Oleh lantaran itu, korban dianggap menghilang oleh keluarganya selama kurang lebih tiga tahun hingga akhirnya mendapatkan berita dari IGD di RSHS Bandung itu.

"Sebelumnya korban menghilang tidak ada kabar, dan tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih tiga tahun," ungkapnya.

Dugaan penyekapan hingga penganiayaan itu kemudian dilaporkan pihak family korban ke Polda Jabar pada Jumat (12/6) pekan lalu.

Dari pemeriksaan sementara, kepolisian menduga TH melakukan tindakan penganiayaan dengan  beragam cara, mulai dari menggunakan barang tumpul hingga senjata tajam (sajam).

"Diduga selama rentang waktu tersebut mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, barang tumpul, senjata tajam, serta peralatan berbobot milik korban hilang," ujar Hendra.

Selain mengalami luka berat, Hendra mengatakan sejumlah peralatan berbobot milik korban juga dilaporkan hilang.

Pelaku diduga melanggar Pasal 466 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai penganiayaan berat.

"Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka berat di antaranya tidak bisa memandang secara normal, bibir sumbing, susah berbicara, tidak bisa melangkah serta mengalami kerugian materiil sebesar kurang Rp52.000.000," ucapnya.

Pernyataan family korban

Adik YTT,  Syahrul (26) mengatakan pihak family sedih saat mendapati kondisi korban memprihatinkan di RSHS. Sebelum hilang, dia bilang kakaknya bekerja di wilayah Pasteur, Kota Bandung, dan tinggal di rumah kost tak jauh dari situ.

Dia mengatakan kakak perempuannya diduga berkenalan dengan terduga pelaku itu pada 2023 silam di sebuah konser musik.

"pas udah konser gitu. Sekitar tahun 2023 mah ada," ujar Syahrul di kediamannya, Desa Jelegong, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Selasa lalu, dikutip dari detikJabar.

Dia bilang kakaknya sempat membawa terduga pelaku ke rumah orang tua mereka di Rancaekek. Namun, sambungnya, beberapa waktu kemudian kakaknya tak bisa dihubungi pihak keluarga.

"Iya, langsung semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh. Padahal sebelum pacaran, biasanya seminggu sekali itu pulang ke sini, soalnya Teteh kerja di Pasteur dan ngekost di wilayah sana," katanya.

Menurutnya, selama menghilang tersebut, terkadang sang kakak memberi berita lewat pesan WhatsApp. Dalam pesan tersebut, korban mengaku ada di Jakarta.

"Jadi selama tiga tahun kita enggak dapat kabar. Pernah sekali dapat kabar, katanya ada di Jakarta," jelasnya.

Syahrul mengungkapkan, pihak family memutuskan untuk kembali memviralkan kasus tersebut di media sosial. Kemudian, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Jawa Barat.

"Dari Polda mah sudah bergerak ke tempat kosannya, udah, udah nanya saksi, nan ngantar ke sana pertama ke Rumah Sakit Ujung Berung kan. Langsung ke RSHS," tuturnya.

Dari info nan didapatkan pihak keluarga, Syahrul mengatakan terduga pelaku diduga kerja sebagai penagih utang namalain debt collector.

"Kalau dari pihak family pengennya usut tuntas, sampai dapat lah pelakunya, takutnya ada korban selanjutnya gitu. Hukum seberat-beratnya," katanya.

Unggahan pencarian di medsos

Syahrul menyebut pihak family sempat mengunggah pencarian sang kakak di media sosial dan sempat viral.

Namun, secara tiba-tiba ada nan menghubungi pihak family dan meminta untuk menghapus unggahan tersebut.

"Iya pas ada lah setahun lebih hilang, kami family sempat memviralkan pencarian sang kakak di sosmed. Tapi tiba-tiba ada nan ngancam dan minta postingan itu dihapus. Kami curiganya itu mah si pelaku," ucapnya.

Setelah menanti berita beberapa tahun, pihak family mendapatkan info keberadaan YTT pada Rabu (10/6). Syahrul mengatakan family menerima info bahwa YTT tengah berada di RSHS Bandung.

"Kami dapat info ada telepon bahwa kakak kami ada di RSHS katanya korban kecelakaan. Kami mendengar itu kaget lah, terus kami meluncur ke sana. Ternyata itu nan mengantar itu adalah pelaku dan penjaga kos nan di Cileunyi. Tapi pas saya nyampe ke sana kakak saya udah di IGD sendirian," kata dia.

Kondisi korban

Syahrul menyebut family merasa tersambar petir memandang kondisi YTT nan berada di IGD. Menurutnya, kondisi wajah sang kakak sudah hancur.

"Jadi kedua mata, nan mata sebelah kanannya udah infeksi, nan sebelah kirinya udah mengecil dan udah gak bisa ngelihat. Terus mulut bagian ini (bibir atas) udah enggak ada. Terus kaki sebelah sininya jejak bacokan katanya," ungkapnya.

Setelah itu, tim master langsung melakukan operasi pada bagian kepala. Sebab, pada bagian kepala terdapat banyak gumpalan nanah akibat tumbukan barang tumpul.

Kemudian saat korban siuman dan bias diajak bicara oleh keluarga, khirnya terungkap bahwa luka-luka tersebut diakibatkan oleh perbuatan kekasihnya, TH. Peristiwa penganiayaan dan penyekapan tersebut dilakukan selama korban menghilang sejak tiga tahun lalu.

"Jadi cerita lewat Bapak saya. Katanya teteh saya pernah di bacok. Kepala suka dipukulin pakai helm, wajahnya juga gitu, jadi pernah pakai sajam juga tangan kosong, kaki jejak bacokan. Terus di kulitnya jejak rokok tapi udah kering. Di kepala juga ada jejak sayatan juga," kata Syahrul.

Baca buletin lengkapnya di sini.

(kid/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional