Perdebatan Genteng vs Seng, Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera Tak Cukup Rp60 Juta

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Perdebatan Genteng vs Seng, Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera Tak Cukup Rp60 Juta

Pembangunan kediaman tetap bagi korban musibah di Sumatera tetap memunculkan perdebatan mengenai jenis material genting nan bakal digunakan. (Foto: Okezone.com/PU)

JAKARTA – Pembangunan kediaman tetap bagi korban musibah di Sumatera tetap memunculkan perdebatan mengenai jenis material genting nan bakal digunakan, antara genteng alias seng. Perdebatan ini muncul lantaran adanya program Gentengisasi nan dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk penggunaan genteng sebagai genting rumah.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyoroti perbedaan anggaran. Rumah nan dibangun BNPB berbobot sekitar Rp60 juta per unit, lebih rendah dibanding proyek kementerian, sehingga dinilai tetap kurang untuk pengaplikasian genteng bagi rumah korban bencana.

"Hunian nan dibangun oleh BNPB itu nilainya Rp60 juta. Apalagi Rp60 juta sangat mepet, belum lagi sekarang ada program gentengisasi dari Bapak Presiden," ujarnya dalam Rapat Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di Kompleks DPR RI, Rabu (18/2/2026).

Suharyanto mengusulkan kepada Kepala Satgas untuk memberikan tambahan anggaran jika mau memilih genteng daripada seng sebagai genting rumah korban terdampak musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebab, pemasangan genteng memerlukan penguatan struktur kayu atap.

"Jadi kami dalam saran ke Kasatgas tadi, jika seandainya pun kami bakal bangun dengan genteng, kami minta tambahan lagi lantaran untuk memasang genteng itu perlu penguatan kayunya. Sementara rumah nan kami bangun tetap menggunakan seng," lanjutnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Maruarar Sirait, mengatakan pihaknya telah melakukan survei di sejumlah wilayah seperti Jatiwangi, Majalengka, Purwakarta, dan Bekasi untuk mengkaji penggunaan genteng. Tujuan program ini, kata dia, bukan hanya mengurangi panas di dalam rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dan UMKM dalam negeri.

"Tapi kelak pengarahan Pak Dasco (Wakil Ketua DPR RI), mana nan mau digunakan (genteng alias seng). Kalau boleh, kita bakal kaji dulu, lantaran ini bakal sangat membantu industri dan UMKM dalam negeri," kata Maruarar Sirait.

Ia menegaskan opsi impor sebenarnya lebih mudah, namun pemerintah mau memprioritaskan produk lokal. Kementeriannya meminta waktu satu minggu untuk menyusun kajian komplit sebelum memutuskan jenis genteng nan bakal digunakan secara nasional.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com