Percepat Pemulihan Hutan dan Ekosistem yang Rusak

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Percepat Pemulihan Hutan dan Ekosistem nan Rusak ilustrasi menjaga ekosistem.(MI)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meluncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan rimba dan ekosistem nan mengalami kerusakan.

Peluncuran dilakukan Menhut Raja Antoni dalam aktivitas HKAN 2026 di Taman Wisata Alam (TWA) Muara Angke, Jakarta, Senin (10/8/2026). Menhut Raja Antoni mengatakan kondisi ekosistem nan dihadapi Indonesia memerlukan langkah serius dan tidak bisa hanya mengandalkan pola penanganan nan sama seperti sebelumnya. “Hari ini saya launching Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak Dalam Rangka Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2026,” kata Menhut Raja Antoni.

HKAN 2026 ini mengusung tema ‘Kerja Bersama Merawat Alam’. Menhut Raja Antoni menyebut aktivitas ini membuktikan bahwa restorasi ekosistem perlu dilakukan secara serius.

“Saya kira momentum itu menjadi tepat dengan tema nan tadi ditawarkan. Sama-sama bahwa sekarang kita mulai bergerak untuk melakukan pemulihan ekosistem, aktivitas pemulihan ekosistem,” kata Menhut Raja Antoni. “Bahwa kita sekarang memang kudu beranjak secara serius untuk melakukan restorasi ekosistem,” sambungnya.

Menhut Raja Antoni mengatakan pemerintah menyadari adanya keterbatasan, baik dari sisi pendanaan maupun sumber daya. Karena itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuka ruang kerja sama dengan beragam pihak untuk mendukung proses restorasi hutan.

Selain itu, Menhut Raja Antoni juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan ekologi. Dia mengingatkan konservasi kudu tetap mempunyai semangat untuk mengerem kerusakan rimba nan berlebihan. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia