Percepat MBG di Daerah 3T, Zulhas: Jangan Dikurang-kurangi Menunya

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau kesiapan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan SPPG di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sekaligus mengidentifikasi hambatan di lapangan dalam rangka penataan dan penyempurnaan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG saat ini telah melayani sekitar 62,6 juta penerima manfaat, didukung 27.485 SPPG nan telah beraksi serta 134.881 pemasok lokal nan terdiri dari UMKM, BUMDes, koperasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan pemasok lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zulhas menegaskan bahwa percepatan SPPG 3T merupakan keputusan pemerintah nan mencakup wilayah prioritas, termasuk NTT, Maluku, dan seluruh wilayah Papua. Adapun kunjungan di NTT dilakukan Rabu (19/8/2026).

"Memang sudah keputusan rapat nan saya pimpin dua minggu nan lalu, 3T, NTT seluruhnya, Maluku seluruhnya, Papua seluruhnya. Papua ada enam provinsi, Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan," ujar Zulhas dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Pemerintah melakukan penataan terhadap 8.617 SPPG di wilayah terpencil, termasuk 1.703 SPPG 3T nan difokuskan antara lain untuk mendukung percepatan penurunan stunting. Di NTT, terdapat 1.123 pengajuan SPPG 3T, dengan 170 SPPG telah tervalidasi siap operasional.

Percepatan aktivasi SPPG 3T di NTT menjadi perhatian lantaran berasas Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di NTT mencapai 37 persen. Sejumlah kabupaten, termasuk Timor Tengah Selatan, Sumba Barat Daya, dan Timor Tengah Utara tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi stunting nan tinggi. Salah satu SPPG 3T nan siap operasional adalah SPPG Sikka Munerana di Kabupaten Sikka nan direncanakan bakal melayani dibawah 1.000 penerima manfaat.

Ketua Umum PAN ini juga mengingatkan agar penyelenggaraan MBG di wilayah 3T tetap memenuhi standar gizi nan telah ditetapkan dan tidak mengurangi menu maupun kandungan gizi nan menjadi ketentuan program.

Melalui kegunaan koordinasi lintas kementerian/lembaga, Kementerian Koordinator Bidang Pangan mendorong percepatan penataan dan aktivasi SPPG 3T, terutama di wilayah nan memerlukan support pemenuhan gizi. Peninjauan langsung di Sikka menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan operasional sekaligus mendorong penyelesaian hambatan di lapangan, sehingga penyelenggaraan MBG di wilayah 3T dapat melangkah efektif dan berkelanjutan.

"Tolong jangan dikurang-kurangi menunya. Tidak boleh mengurangi ketentuan dan tidak boleh mengurangi gizi nan sudah standar dalam MBG," tutup Zulkifli Hasan.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News