perbedaan KPK dan Kejaksaan – Grameds, perbedaan KPK dan Kejaksaan tetap sering dianggap sepele, apalagi banyak nan mengira KPK adalah ‘atasan’ dari Kejaksaan. Padahal, menganggap kegunaan keduanya sama hanya lantaran sama-sama bisa memborgol koruptor adalah keliru besar!
Lantas, di mana letak garis pemisah kewenangan kedua lembaga penegak norma ini? Nah, agar Anda makin melek norma dan nggak mudah terkecoh rumor media, simak ulasan lengkapnya di sini!
Apa Itu KPK?
KPK adalah singkatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Lembaga ini dibentuk untuk meningkatkan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.
KPK mempunyai tugas nan mencakup beragam tahap pemberantasan korupsi, mulai dari pencegahan hingga penindakan. Dalam menjalankan tugasnya, KPK juga mempunyai kegunaan koordinasi dan supervisi terhadap lembaga nan berkuasa dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.
Beberapa tugas KPK antara lain:
- Melakukan pencegahan korupsi
KPK melakukan beragam upaya untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.
- Melakukan penyelidikan
KPK dapat melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi sesuai dengan kewenangannya.
- Melakukan penyidikan
KPK mempunyai kewenangan melakukan investigasi dalam perkara korupsi nan menjadi kewenangannya.
- Melakukan penuntutan
KPK dapat melakukan penuntutan terhadap perkara tindak pidana korupsi sesuai ketentuan hukum.
- Melakukan koordinasi
KPK dapat berkoordinasi dengan lembaga lain nan mempunyai kewenangan dalam pemberantasan korupsi.
- Melakukan supervisi
KPK dapat melakukan supervisi terhadap lembaga nan berkuasa dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.
Apa Itu Kejaksaan?
Kejaksaan merupakan lembaga nan melaksanakan kekuasaan negara, khususnya di bagian penuntutan. Kejaksaan mempunyai kedudukan dan kewenangan nan diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Cakupan tugas Kejaksaan lebih luas dibandingkan pemberantasan korupsi saja. Selain menangani perkara pidana sesuai kewenangannya, Kejaksaan juga mempunyai peran dalam bagian perdata dan tata upaya negara serta bagian lain nan diberikan oleh undang-undang.
Beberapa tugas Kejaksaan antara lain:
- Melaksanakan penuntutan
Jaksa berkedudukan sebagai penuntut umum dalam perkara pidana sesuai dengan kewenangannya.
- Melaksanakan putusan pengadilan
Kejaksaan mempunyai tugas melaksanakan putusan pengadilan nan telah memperoleh kekuatan norma tetap sesuai ketentuan.
- Melakukan investigasi terhadap tindak pidana tertentu
Dalam kondisi nan ditentukan oleh undang-undang, Kejaksaan mempunyai kewenangan melakukan penyidikan.
- Menangani perkara korupsi
Korupsi menjadi salah satu jenis tindak pidana nan dapat ditangani Kejaksaan sesuai dengan kewenangannya.
- Berperan dalam bagian perdata dan tata upaya negara
Dalam kondisi tertentu, Jaksa Pengacara Negara dapat bertindak untuk dan atas nama negara alias pemerintah berasas kuasa khusus.
- Melaksanakan kewenangan lain berasas undang-undang
Kejaksaan juga mempunyai tugas dan kewenangan lain nan diberikan oleh peraturan perundang-undangan.
Perbedaan KPK dan Kejaksaan Secara Singkat
Kalau mau memandang perbedaannya dengan lebih sederhana, berikut beberapa aspek nan bisa dibandingkan:
| Aspek | KPK | Kejaksaan |
| Nama | Komisi Pemberantasan Korupsi | Kejaksaan Republik Indonesia |
| Fokus | Pemberantasan tindak pidana korupsi | Penegakan norma dengan cakupan tugas nan lebih luas |
| Pencegahan korupsi | Menjadi bagian dari tugas utama | Dilakukan sesuai kegunaan dan kewenangannya |
| Penyelidikan | Dalam perkara korupsi sesuai kewenangan | Dalam perkara tertentu sesuai kewenangan |
| Penyidikan | Dalam perkara korupsi sesuai kewenangan | Dalam tindak pidana tertentu berasas undang-undang |
| Penuntutan | Dapat melakukan penuntutan perkara korupsi | Salah satu kegunaan utama Kejaksaan |
| Koordinasi dan supervisi | Memiliki kegunaan koordinasi dan supervisi dalam pemberantasan korupsi | Berkoordinasi dengan lembaga lain sesuai kebutuhan penegakan hukum |
| Perdata dan TUN | Bukan konsentrasi utama | Memiliki kewenangan tertentu melalui Jaksa Pengacara Negara |
Perbedaan KPK dan Kejaksaan Berdasarkan Fokusnya
Perbedaan paling mudah dilihat dari konsentrasi masing-masing lembaga.
KPK Berfokus pada Pemberantasan Korupsi
KPK dibentuk dengan mandat unik untuk memberantas tindak pidana korupsi. Karena itu, beragam tugas KPK berangkaian erat dengan pencegahan dan penindakan korupsi.
- Pencegahan korupsi
KPK melakukan beragam program dan upaya untuk mengurangi kesempatan terjadinya korupsi.
- Penindakan korupsi
KPK dapat menangani perkara korupsi melalui penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan sesuai kewenangannya.
- Koordinasi pemberantasan korupsi
KPK dapat berkoordinasi dengan lembaga penegak norma dan lembaga lain.
- Supervisi
KPK mempunyai kegunaan supervisi terhadap lembaga nan berkuasa dalam pemberantasan korupsi.
Kejaksaan Memiliki Cakupan Lebih Luas
Kejaksaan nggak hanya berurusan dengan perkara korupsi. Sebagai lembaga penegak hukum, Kejaksaan mempunyai beragam tugas nan berangkaian dengan penuntutan dan kewenangan lain berasas undang-undang.
- Penuntutan perkara pidana
Salah satu tugas utama Kejaksaan adalah melaksanakan penuntutan.
- Penanganan tindak pidana tertentu
Kejaksaan mempunyai kewenangan investigasi terhadap tindak pidana tertentu sesuai dengan dasar norma nan berlaku.
- Perkara perdata dan tata upaya negara
Kejaksaan dapat menjalankan kegunaan tertentu untuk dan atas nama negara alias pemerintah berasas kuasa khusus.
- Kewenangan lain
Kejaksaan juga menjalankan tugas lain nan diberikan oleh peraturan perundang-undangan.
Perbedaan Kewenangan Penyidikan
Penyidikan merupakan tahap krusial dalam proses penegakan hukum. KPK dan Kejaksaan sama-sama mempunyai kewenangan penyidikan, tetapi ruang lingkupnya berbeda.
- KPK melakukan investigasi perkara korupsi
Kewenangan investigasi KPK berangkaian dengan tindak pidana korupsi nan menjadi kewenangannya.
- Kejaksaan melakukan investigasi tindak pidana tertentu
Kewenangan investigasi Kejaksaan bertindak untuk tindak pidana tertentu sebagaimana diberikan oleh undang-undang.
- Dasar kewenangannya berbeda
KPK dan Kejaksaan menjalankan investigasi berasas patokan norma nan mengatur masing-masing lembaga.
- Tujuan akhirnya sama-sama mendukung proses hukum
Penyidikan dilakukan untuk mengumpulkan bukti dan membikin terang suatu tindak pidana serta menemukan tersangkanya sesuai ketentuan hukum.
Perbedaan Kewenangan Penuntutan
Selain penyidikan, penuntutan juga menjadi bagian krusial dalam proses peradilan pidana.
- KPK dapat melakukan penuntutan
KPK mempunyai kewenangan melakukan penuntutan dalam perkara korupsi nan ditanganinya.
- Kejaksaan mempunyai kegunaan utama di bagian penuntutan
Penuntutan merupakan salah satu tugas utama Kejaksaan dalam sistem peradilan pidana.
- Jaksa berkedudukan sebagai penuntut umum
Dalam proses pidana, jaksa menjalankan kegunaan penuntutan sesuai ketentuan hukum.
- KPK mempunyai kewenangan khusus
Penuntutan oleh KPK berangkaian dengan perkara tindak pidana korupsi nan menjadi kewenangannya.
Apakah KPK dan Kejaksaan Bisa Menangani Korupsi?
Bisa. KPK dan Kejaksaan sama-sama mempunyai kewenangan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, tetapi dasar dan ruang lingkup kewenangannya berbeda.
- KPK mempunyai mandat unik pemberantasan korupsi
Pemberantasan korupsi merupakan konsentrasi utama KPK.
- Kejaksaan dapat menangani perkara korupsi
Kejaksaan juga mempunyai kewenangan menangani perkara korupsi berasas ketentuan hukum.
- Keduanya mempunyai kegunaan nan berbeda
Kesamaan dalam menangani korupsi nggak berfaedah seluruh tugas dan kewenangan kedua lembaga sama.
- Koordinasi tetap diperlukan
Dalam sistem pemberantasan korupsi, koordinasi antar lembaga menjadi bagian krusial agar penegakan norma dapat melangkah sesuai kewenangan masing-masing.
Perbedaan KPK dan Kejaksaan dalam Struktur Kelembagaan
Selain tugas, keduanya juga mempunyai struktur kelembagaan nan berbeda.
- KPK mempunyai struktur kelembagaan sendiri
KPK menjalankan tugas dan kewenangannya berasas undang-undang nan mengatur lembaga tersebut.
- KPK berkarakter independen dalam menjalankan tugas
KPK dalam menjalankan tugas dan wewenangnya berkarakter independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun.
- Kejaksaan mempunyai struktur berjenjang
Kejaksaan terdiri atas Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, dan Kejaksaan Negeri.
- Kejaksaan mempunyai jaringan kelembagaan di beragam wilayah
Struktur tersebut memungkinkan penyelenggaraan tugas Kejaksaan dilakukan mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
Peran KPK di Luar Penindakan
KPK nggak hanya dikenal lantaran operasi penindakan perkara korupsi. Ada pula beragam tugas nan berangkaian dengan pencegahan dan perbaikan sistem.
- Pendidikan antikorupsi
KPK melakukan upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ancaman dan pencegahan korupsi.
- Pencegahan
KPK mendorong perbaikan sistem agar potensi terjadinya korupsi dapat dikurangi.
- Koordinasi
KPK berkoordinasi dengan lembaga nan mempunyai kewenangan dalam pemberantasan korupsi.
- Monitoring
KPK juga mempunyai tugas monitoring dalam rangka pemberantasan korupsi.
Peran Kejaksaan di Luar Perkara Korupsi
Salah satu argumen kenapa perbedaan KPK dan Kejaksaan krusial dipahami adalah lantaran Kejaksaan mempunyai banyak tugas di luar perkara korupsi.
- Perkara pidana umum
Kejaksaan menjalankan kegunaan penuntutan dalam beragam perkara pidana sesuai kewenangannya.
- Perkara pidana khusus
Kejaksaan juga menangani perkara pidana tertentu nan menjadi kewenangannya.
- Perdata
Jaksa Pengacara Negara dapat menjalankan tugas tertentu dalam bagian perdata berasas kuasa khusus.
- Tata upaya negara
Kejaksaan mempunyai kewenangan tertentu dalam bagian tata upaya negara.
- Bidang lain nan diatur undang-undang
Kejaksaan juga mempunyai beragam kewenangan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Hubungan KPK dan Kejaksaan dalam Penegakan Hukum
Meskipun berbeda, KPK dan Kejaksaan nggak berdiri sebagai dua lembaga nan sepenuhnya terpisah dalam sistem penegakan hukum. Keduanya dapat berkoordinasi dalam konteks tertentu sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
- Sama-sama merupakan lembaga penegak hukum
Keduanya mempunyai peran dalam mendukung proses penegakan norma di Indonesia.
- Sama-sama dapat menangani perkara korupsi
KPK dan Kejaksaan mempunyai kewenangan mengenai perkara korupsi berasas dasar norma masing-masing.
- Memiliki kewenangan berbeda
Pembagian kewenangan membikin tugas KPK dan Kejaksaan nggak sepenuhnya tumpang tindih.
- Dapat melakukan koordinasi
Koordinasi antar lembaga diperlukan untuk mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi dan penegakan hukum.
Mengapa KPK dan Kejaksaan Sama-Sama Penting?
Keberadaan KPK dan Kejaksaan mempunyai kegunaan masing-masing dalam sistem norma Indonesia.
- KPK memperkuat pemberantasan korupsi
Fokus unik KPK membikin pemberantasan korupsi menjadi salah satu perhatian utama lembaga tersebut.
- Kejaksaan menjalankan kegunaan penuntutan
Kejaksaan mempunyai peran krusial dalam membawa perkara pidana ke proses pengadilan.
- Keduanya mendukung penegakan hukum
Masing-masing lembaga menjalankan tugas berasas kewenangan nan diberikan oleh hukum.
- Masyarakat mendapat faedah dari pembagian kewenangan
Pembagian tugas membantu proses penanganan perkara dilakukan berasas kegunaan dan dasar norma masing-masing lembaga.
Kesimpulan
Singkatnya, KPK dan Kejaksaan adalah dua ujung tombak penegak keadilan nan saling melengkapi. Jika Kejaksaan adalah penjaga pintu norma dalam skala nasional nan luas, maka KPK adalah pasukan unik nan memburu kejahatan korupsi hingga ke akar-akarnya.
Tanpa kerjasama dan taji dari kedua lembaga ini, ruang mobilitas para pelaku kejahatan anggaran bakal makin meluas. Memahami batas kewenangan mereka adalah corak kepedulian mini kita agar tidak mudah terprovokasi narasi simpang siur. Yuk, terus tingkatkan literasi norma kita demi Indonesia nan bersih dan bermartabat!
Rekomendasi Buku Terkait
Falsafah Kebudayaan Pancasila


Falsafah Kebudayaan Pancasila membahas Pancasila dari perspektif pandang falsafah kebudayaan, khususnya mengenai nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan nan menjadi bagian krusial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Buku karya Syaiful Arif ini nggak hanya menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mengkritisi gimana nilai-nilainya mulai kehilangan makna ketika hanya diperlakukan sebagai simbol alias slogan. Perubahan dalam kehidupan sosial dan budaya membikin nilai-nilai luhur Pancasila perlu kembali diterapkan dalam kehidupan nyata. Melalui pembahasannya, kitab ini membujuk pembaca memahami Pancasila secara lebih mendalam sekaligus memikirkan gimana falsafah tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dasar Negara Pancasila


Dasar Negara Pancasila membahas Pancasila sebagai dasar negara sekaligus bagian krusial dalam pembelajaran kewarganegaraan. Buku ini merupakan pemutakhiran dari kitab Mengkaji Ulang Dasar Negara Pancasila nan sebelumnya diterbitkan secara terbatas oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kewarganegaraan dan Demokrasi (P3KD)-FKIP-UKSW. Dalam jenis ini, pembahasan dibuat lebih ringkas dengan menggabungkan materi mengenai penerapan Pancasila ke dalam pembahasan setiap sila. Buku ini juga dilengkapi kompetensi pembelajaran, parameter pencapaian kompetensi, serta pertimbangan pada akhir setiap bab. Materinya nggak hanya membantu pembaca memahami kebenaran dan konsep mengenai Pancasila, tetapi juga mendorong pembaca untuk memahami penerapannya dan menyampaikan pendapat mengenai beragam persoalan nan berangkaian dengan kehidupan bernegara.
Cita-cita Negara Pancasila


Cita-cita Negara Pancasila membujuk pembaca memandang kembali makna dan posisi Pancasila setelah mengalami beragam perubahan dalam kehidupan politik Indonesia. Buku ini membahas gimana pengalaman sejarah, termasuk penggunaan Pancasila dalam politik pada masa Orde Baru, turut memengaruhi langkah masyarakat memandang dan membicarakan Pancasila pada era Reformasi. Di tengah berkurangnya perhatian terhadap pembahasan Pancasila, Sulastomo mengingatkan bahwa Pancasila tetap mempunyai posisi krusial sebagai dasar negara dan sumber inspirasi bagi jati diri bangsa Indonesia. Buku ini juga membahas gimana Pancasila semestinya nggak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi dijadikan rujukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berbareng dengan UUD 1945.
- Aktivitas Teamwork Indoor
- Barang untuk Mudik
- Cara Kerja Ombudsman
- Cara Melapor ke Ombudsman
- Contoh Kasus Ombudsman
- Perbedaan BPK dan BPKP
- Perbedaan MA dan MK
- Perbedaan KPK dan Kejaksaan
- Stainless Steel Food Grade
- Teknik Memanjat dalam Canyoneering
- Tugas dan Fungsi Ombudsman
- Tujuan Ombudsman
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·