Perangi Kekerasan Seksual, Neng Eem: Pesantren Harus Jadi Benteng Moral

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengapresiasi respons sigap dan tegas Kementerian Agama dalam menangani kasus dugaan kekerasan seksual terhadap para santri di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah.

Ia menilai penanganan nan sigap ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi hak-hak generasi penerus bangsa.

"Saya mengapresiasi langkah sigap dan tegas dari Kemenag dalam merespon kasus ini. Perlindungan terhadap santri kudu menjadi prioritas utama dan tidak boleh ada toleransi terhadap segala corak pelanggaran di lingkungan pendidikan," tegas Neng Eem dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Sebelumnya, Kemenag telah mengambil dua langkah konkret nan dinilai tepat sasaran. Pertama, memindahkan 252 santri ke enam lembaga pendidikan terdekat di Kabupaten Pati, antara lain MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, MI Matholiun Najah Tlogosari, SMP Al-Akrom Banyuurip, MA Al-Akrom Banyuurip, MA Assalafiyah Lahar, dan MA Khoiriyatul Ulum Trangkil, Kabupaten Pati. Kedua, mencabut izin operasional lembaga pendidikan Ndolo Kusumo.

Selain santri, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan juga dipindahkan ke madrasah alias sekolah bimbingan Kemenag dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Langkah ini diambil guna menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar tanpa hambatan.

Sebagai Ketua Bidang Advokasi Hukum dan Kebijakan Publik PP Fatayat NU, Neng Eem menegaskan tiga perihal nan kudu segera ditindaklanjuti seluruh pihak. Pertama, penguatan sistem pengawasan terhadap seluruh lembaga pendidikan berbasis keagamaan, termasuk pondok pesantren, untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

Kedua, proses norma nan transparan dan berkeadilan, disertai pendampingan psikologis serta perlindungan penuh bagi setiap korban.

Ketiga, perlunya sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan pengelola pesantren untuk menciptakan lingkungan belajar nan aman, nyaman dan bebas kekerasan.

Neng Eem menegaskan oknum pelaku bukan representasi pesantren. "Pondok Pesantren adalah aset besar bangsa nan lahir jauh sebelum kemerdekaan dan kudu tetap menjadi tembok moral sekaligus pilar pendidikan karakter. Oknum cabul sejatinya bukan produk pesantren," tegasnya.

Kedepan, Neng Eem berambisi seluruh komponen pendidikan keagamaan seperti pesantren, bisa meningkatkan kewaspadaan. Ia juga mendorong seluruh komponen agar saling mengingatkan terhadap gejala-gejala kekerasan seksual sedini mungkin sehingga tragedi serupa tidak terulang lagi. (ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News