Perang Saudara Arab Berkecamuk! Drone Berterbangan-RS Dibombardir

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan pesawat tak berawak alias drone menghantam kota Rabak di Sudan bagian selatan dan menewaskan 11 orang pada Selasa (29/04/2026). Mengutip laporan AFP, serangan mematikan ini terjadi di tengah perang kerabat nan terus berkecamuk, di mana serangan drone kedua juga dilaporkan terjadi lebih jauh ke utara tepatnya di wilayah negara bagian Khartoum.

Seorang sumber keamanan menyatakan bahwa serangan tersebut secara unik menargetkan Pasukan Gabungan (Joint Forces), nan merupakan koalisi golongan bersenjata nan bertempur berbareng tentara reguler Sudan dalam perang melawan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF). Dua orang saksi mata melaporkan bahwa sejumlah kendaraan milik Pasukan Gabungan hancur terkena serangan, termasuk beberapa kendaraan nan membawa senjata dan amunisi hingga memicu kebakaran hebat.

Di letak lain, sebuah serangan drone juga dilaporkan menghantam sebuah rumah sakit di negara bagian Khartoum, Sudan. Insiden ini menjadi serangan pertama nan terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir setelah wilayah itu sukses direbut kembali oleh tentara dari tangan rival paramiliternya setahun nan lalu.

"Serangan tersebut telah menyebabkan kerusakan pada gedung rumah sakit," kata seorang penduduk di wilayah Jebel Awliya, nan terletak 40 kilometer di selatan pusat kota Khartoum.

Seorang sumber keamanan nan berbincang dengan syarat anonim mengungkapkan bahwa kerusakan nan dialami oleh akomodasi medis tersebut dikategorikan ringan. Selain menghantam rumah sakit, serangan udara itu juga menyasar akomodasi publik lain nan berada di area sekitar.

"Kerusakan pada rumah sakit tersebut ringan dan serangan drone itu juga menghantam sebuah pom bensin di dekat rumah sakit," ujar sumber keamanan tersebut.

Kedua belah pihak nan bertikai dalam perang ini memang sangat berjuntai pada penggunaan pesawat tak berawak alias drone dalam operasi militer mereka. Penggunaan teknologi ini telah menewaskan puluhan orang sekaligus di seluruh negeri, namun dianggap efektif oleh kedua belah pihak untuk menghemat tenaga manusia nan mulai terkuras lenyap akibat bentrok berkepanjangan.

Perang kerabat di Sudan nan meletus sejak April 2023 ini telah menewaskan puluhan ribu orang di seluruh penjuru negeri, apalagi beberapa perkiraan menyebut jumlah korban tewas telah melampaui 200.000 jiwa. Konflik ini telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terbesar di bumi nan hingga sekarang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pasukan Gabungan sendiri merupakan koalisi nan dipimpin oleh mantan pemimpin pemberontak di Darfur nan sekarang telah berasosiasi dengan pemerintah pusat. Kehadiran mereka menjadi bagian integral dalam upaya perang tentara Sudan untuk menghadapi perlawanan dari golongan RSF.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News