Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Sabtu, 07 Maret 2026 |13:09 WIB

Perang Iran-AS/EPA
JAKARTA – Perang Amerika-Israel dengan Iran tidak hanya berpotensi memicu gejolak politik di Timur Tengah, namun bisa berakibat pada ekonomi global. Selain akibat terhadap nilai daya dunia, ketegangan militer juga dapat mengganggu arus investasi dan perdagangan internasional.
Diketahui, ribuan orang meninggal bumi akibat perang di Timur Tengah. Korban kebanyakan berasal dari Iran dan Lebanon.
Negara- negara kaya minyak di area Teluk dikabarkan mempertimbangkan untuk meninjau kembali investasi besar mereka di luar negeri guna mengurangi tekanan terhadap anggaran negara.
Laporan terbaru dari Financial Times dikutip, Sabtu (7/3/2026), menyebut bahwa perang nan semakin membara berpotensi menekan finansial negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.
Konflik militer yang berkepanjangan berisiko meningkatkan pengeluaran negara, terutama untuk sektor pertahanan dan keamanan.
Selain itu gangguan terhadap jalur perdagangan dan daya di Timur Tengah juga dapat memengaruhi penerimaan negara dari sektor minyak dan gas.
Sejumlah analis memperingatkan jika perang berjalan lama, maka negara Teluk bisa menghadapi tekanan pada anggaran negara, meskipun mereka mempunyai persediaan kekayaan nan sangat besar melalui biaya kekayaan negara (sovereign wealth funds).
Investasi Global Bernilai Triliunan Dolar Selama dua dasawarsa terakhir, negara-negara Teluk telah menjadi penanammodal dunia utama.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·