Perang AS-Iran Bayangi Rantai Pasok, Tracon Industri Pastikan Jaga Produktivitas

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Ilustrasi peti kemas di pelabuhan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran nan memicu gangguan besar pada rantai pasok global, mulai membayangi keahlian sektor industri dalam negeri. Di tengah tekanan tersebut, perusahaan jasa operation & maintenance, PT Tracon Industri, menegaskan strategi untuk menjaga produktivitas, termasuk penguatan standar keselamatan kerja.

Konflik di Timur Tengah telah mengganggu pengedaran daya dunia, termasuk minyak dan gas, nan selama ini menjadi tulang punggung aktivitas industri.

Bahkan, gangguan pasokan dunia tercatat mencapai lebih dari 12 juta barel per hari alias sekitar 11,5 persen dari kebutuhan dunia, menjadikannya salah satu krisis daya terbesar dalam sejarah. Selain itu, jalur vital seperti Selat Hormuz yang menyalurkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia turut terdampak, memicu tekanan pada rantai pasok dan biaya produksi industri .

Dalam kondisi tersebut, Tracon Industri mencatatkan keahlian operasional nan tetap stabil dengan capaian lebih dari 23 juta jam kerja kondusif tanpa kecelakaan kerja nan menyebabkan kehilangan waktu kerja (Zero Lost Time Injury/LTI) serta nihil pencemaran lingkungan. Capaian ini merupakan akumulasi sejak 2010 hingga 31 Maret 2026, dengan total 23.045.511 jam kerja kondusif nan melibatkan lebih dari 109.580 tenaga kerja di beragam proyek.

Ilustrasi tenaga kerja PT Tracon Industri. Foto: Tracon Industri

Saat ini, perusahaan menjalankan sekitar 30 proyek aktif dengan tingkat akibat beragam, mulai dari low risk hingga high risk. Seluruh proyek tersebut dijalankan dengan merujuk pada sistem manajemen Health, Safety, and Environment (HSE) nan terintegrasi, baik di lapangan maupun di instansi pusat.

Direktur Utama PT Tracon Industri, Muhammad Badri Halim, mengatakan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan gambaran budaya keselamatan kerja nan menjadi fondasi keberlangsungan upaya di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, dalam situasi geopolitik nan memicu lonjakan biaya daya dan potensi gangguan operasional, disiplin terhadap standar keselamatan menjadi kunci untuk menjaga produktivitas industri. “Ini adalah bukti nyata bahwa keselamatan kerja adalah fondasi, bukan penghalang produktivitas,” ujarnya.

Untuk menjaga konsistensi tersebut, Tracon terus memperkuat penerapan HSE melalui beragam program, mulai dari training induction, Emergency Response Team, Basic Life Support, hingga Job Safety Analysis (JSA). Selain itu, perusahaan juga menjalankan kampanye budaya keselamatan melalui HSE Golden Rules, safety moment, hingga publikasi berkala.

video story embed

Perusahaan juga telah mengantongi beragam sertifikasi, antara lain SMK3 sesuai PP 50/2012, ISO 45001:2018 untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, serta ISO 14001:2015 untuk sistem manajemen lingkungan.

Badri menambahkan, di tengah tekanan dunia akibat bentrok geopolitik nan dapat meningkatkan biaya produksi dan mengganggu rantai pasok, industri perlu mengedepankan efisiensi operasional nan berkelanjutan. Salah satu kuncinya adalah memastikan seluruh aktivitas melangkah aman, minim risiko, dan bebas gangguan.

“Keselamatan adalah bagian dari strategi upaya untuk menjaga produktivitas. Dengan disiplin kolektif, kami optimistis dapat terus meningkatkan keahlian operasional di tengah tantangan global,” kata dia.

Dengan capaian tersebut, Tracon Industri menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga produktivitas dan keberlanjutan bisnis, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja nan kondusif di tengah dinamika industri nan semakin dipengaruhi aspek geopolitik global.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan