Perang Arab Makin Menggila, Jet Tempur Saudi Bombardir Yaman

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok Houthi menyatakan bahwa jet-jet tempur Arab Saudi telah melancarkan 40 serangan udara dalam satu hari nan menyasar wilayah barat Yaman. Serangan dilakukan usai laporan menyebut bahwa golongan pro Iran tersebut berupaya menyerang Mekkah, kota suci umat Islam di bawah kerajaan Riyadh.

Serangan juga dilakukan kala laporan lain menyebut Houthi mencatat kemajuan signifikan, dengan menguasai kota-kota di sepanjang pesisir Laut Merah. Kelompok pemberontak Yaman itu juga menguasai pulau-pulau di Selat Bab el-Mandeb, nan juga krusial untuk daya global.

"Pesawat tempur Saudi melancarkan 40 serangan udara menggunakan pesawat F-15 nan lepas landas dari Pangkalan Udara Khamis Mushait, menyasar provinsi Taiz, Marib, dan Hodeidah dalam 24 jam terakhir," ujar ahli bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan di media sosial, dikutip AFP, Kamis (17/9/2026).

Sayangnya, tidak ada bukti langsung nan disajikan mengenai kejadian tersebut. Saree menyebut bahwa Arab Saudi telah melancarkan sebanyak 450 serangan udara ke Yaman sepanjang pekan ini.

Sementara itu, para pejabat pemerintah nan didukung Arab Saudi dan menguasai Yaman selatan mengakui bahwa pasukan mereka serta pasukan Arab Saudi telah melancarkan serangan udara terhadap posisi-posisi Houthi. Tapi, Riyadh sendiri belum mengonfirmasi perihal tersebut.

Di sisi lain usai laporan serangan jet Arab Saudi, Houthi mengatakan kelompoknya telah meluncurkan serangan drone dan rudal baru nan menyasar Yanbu, pelabuhan minyak utama kerajaan Raja Salman di Laut Merah, serta pangkalan udara di Khamis Mushait, wilayah selatan Arab Saudi. Namun, Houthi tidak menyebut kapan serangan tersebut terjadi.

Kedua kota itu termasuk dalam daftar letak luas nan diumumkan dalam status siaga oleh Arab Saudi pada hari Selasa, meskipun tidak ada pengumuman serupa pada hari Rabu. Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) memperketat peringatan perjalanan untuk Arab Saudi dan melarang pegawai pemerintah berjalan dalam radius 20 mil dari perbatasan Yaman.

Meluasnya bentrok Timur Tengah ke Yaman menakut-nakuti bakal memperparah kelangkaan pasokan daya dunia nan dipicu oleh perang enam bulan antara AS-Israel melawan Iran, nan telah mengganggu lampau lintas pelayaran di Selat Hormuz. Harga minyak mentah Brent berada di kisaran US$108 per barel pada hari Rabu (LCOc1), mendekati level tertinggi sejak bulan Mei.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News