Penyintas Banjir Aceh Tamiang Lolos Paskibraka Nasional 2026

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

, BANDA ACEH, – Seorang pelajar penyintas musibah hidrometeorologi dari Kabupaten Aceh Tamiang, Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang, sukses lolos seleksi menjadi personil Paskibraka nasional 2026. Prestasi ini diraihnya setelah melalui serangkaian tes ketat dan dinyatakan sebagai ranking pertama di tingkat Provinsi Aceh.

"Alhamdulillah ranking pertama di tingkat Aceh, dan lanjut ke tingkat nasional, setelah melewati semua tes saya dinyatakan lulus mewakili Aceh di nasional," kata Zilqueensa di Banda Aceh, Selasa.

Perempuan nan berkawan disapa Queen itu dinyatakan lolos Paskibraka nasional setelah melewati tahapan seleksi daerah. Ia bakal mewakili Aceh berbareng pelajar lainnya, ialah M Hibban Annapis asal SMA Modal Bangsa Aceh Besar.

Queen menjelaskan, kelulusannya menjadi Paskibraka nasional tidak terlepas dari pencapaiannya meraih ranking pertama dalam ujian akademik dan fisik, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. "Dinyatakan lulus setelah mengikuti seleksi di kabupaten ranking satu, provinsi juga ranking satu," ujarnya.

Sempat Meredup Diterjang Banjir

Di kembali prestasi gemilangnya, Queen menyimpan kisah perjuangan berat. Rumahnya menjadi salah satu nan terendam banjir besar pada akhir tahun 2025 lalu, dengan ketinggian air mencapai empat meter dan menyisakan lumpur tebal. Usaha binatu milik orang tuanya pun turut terdampak parah akibat musibah tersebut.

Semangatnya untuk mengejar cita-cita menjadi personil Paskibraka sempat meredup. Kondisi wilayah tempat tinggalnya lumpuh total dan aktivitas sekolah terpaksa tidak aktif selama dua bulan. "Tapi saat kondisi mulai pulih saya semangat lagi. Saya berpikir tidak mungkin lantaran musibah datang semangat saya turun, tidak mungkin saya berakhir di sini, di situlah saya berkeinginan untuk terus maju," katanya.

Kini, Queen menegaskan telah mempersiapkan diri sepenuhnya untuk mengemban tugas sebagai Paskibraka nasional pada upacara HUT ke-81 Republik Indonesia mendatang. "Saya sangat siap, secara mental dan bentuk untuk menjalani Paskibraka di tingkat pusat," tegasnya.

Seleksi di Tengah Keterbatasan

Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Tamiang, Agusliana Devita, menyatakan bahwa proses seleksi Paskibraka di daerahnya dilaksanakan sejak Februari 2026 dalam kondisi nan tetap belum kondusif. Pihaknya terpaksa memanfaatkan jalan kompleks perkantoran lantaran lapangan dan sarana olahraga tetap digunakan sebagai letak pengungsian.

"Alhamdulillah walaupun Aceh Tamiang dalam kondisi memprihatinkan, tidak menurunkan semangat anak-anak ikuti seleksi, dan ada 300 anak nan mendaftar seleksi," katanya.

Agusliana menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme tinggi para pelajar. Meskipun berada dalam keadaan darurat, proses seleksi berjalan lancar hingga bisa mengirimkan wakil ke tingkat nasional. Bahkan, perwakilan Aceh Tamiang bisa meraih ranking satu di tingkat provinsi.

"Ini prestasi Aceh Tamiang sejak kabupaten ini lahir. Ini luar biasa, saat Aceh Tamiang dalam kondisi tidak baik-baik, bisa melahirkan anak berprestasi di tengah keterbatasan. Kami sangat bangga," pungkas Agusliana.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional