Penyebab Tubuh Pegal di Ruang Ber-AC: Bukan Sekadar Suhu Dingin

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Bukan Sekadar Suhu Dingin Ilustrasi(Magnific.com)

Banyak orang beranggapan bahwa rasa pegal, kaku otot, hingga nyeri sendi nan muncul saat berada di ruangan ber-AC disebabkan semata-mata oleh suhu udara nan dingin. Namun, tinjauan medis menunjukkan bahwa suhu rendah hanyalah aspek pemicu, sementara penyebab utamanya sering kali berangkaian dengan sistem biologis dan kebiasaan tetap tubuh.

Mekanisme Vasokonstriksi Akibat Dingin

Saat tubuh terpapar suhu dingin dari AC dalam waktu lama, pembuluh darah bakal mengalami penyempitan alias nan dikenal dengan istilah vasokonstriksi. Proses ini merupakan upaya alami tubuh untuk menjaga suhu inti tetap stabil. Namun, penyempitan ini menyebabkan aliran darah ke otot dan jaringan lunak menjadi berkurang.

Oksigen dan nutrisi nan dibawa darah tidak tersalurkan secara maksimal ke otot, sehingga otot menjadi lebih kaku dan rentan mengalami ketegangan. Inilah nan memicu sensasi pegal alias "nyeri otot akibat dingin".

Postur Statis dan Kurang Gerak

Penyebab utama nan sering terabaikan bukanlah AC itu sendiri, melainkan perilaku kita saat berada di ruangan sejuk. Ruangan ber-AC, terutama di lingkungan kantor, condong membikin seseorang nyaman duduk tak bersuara dalam waktu lama tanpa banyak bergerak.

Kombinasi antara otot nan sudah kaku akibat suhu dingin dengan postur tubuh nan tetap (diam) menyebabkan penumpukan masam laktat di otot. Tanpa pergerakan nan cukup, sirkulasi darah tidak bisa membuang sisa metabolisme tersebut, sehingga rasa pegal menjadi lebih intens.

Dehidrasi Tersembunyi

Berada di ruang ber-AC sering kali membikin seseorang merasa tidak haus lantaran tidak berkeringat. Padahal, udara AC berkarakter kering dan dapat menyerap kelembapan dari kulit serta tubuh melalui pernapasan. Dehidrasi ringan nan tidak disadari ini menyebabkan elastisitas otot berkurang dan sendi menjadi kurang terlumasi, nan berujung pada rasa nyeri dan pegal.

Tips Mengurangi Pegal di Ruang Ber-AC:

  • Lakukan peregangan ringan setiap 30-60 menit sekali.
  • Pastikan asupan air putih tetap terjaga meski tidak merasa haus.
  • Gunakan busana hangat alias syal untuk melindungi area leher dan bahu nan sensitif terhadap suhu dingin.
  • Atur suhu AC pada level ideal (24-26 derajat Celsius) agar tidak terlalu ekstrem bagi tubuh.

Dengan memahami bahwa pegal bukan hanya soal suhu, Anda dapat melakukan langkah preventif seperti memperbaiki ergonomi kerja dan tetap aktif bergerak meskipun berada di lingkungan nan sejuk.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia