Penyebab Kanker Kepala dan Leher Meningkat: Peran HPV dan Cara Pencegahan

Sedang Trending 53 menit yang lalu
 Peran HPV dan Cara Pencegahan Ilustrasi.(Magnific)

KANKER pada kepala dan leher mencakup beragam keganasan nan menyerang area mulut dan tenggorokan (rongga mulut dan faring), kotak bunyi (laring), sinus, rongga hidung, hingga kelenjar ludah. Meskipun kesadaran bakal kesehatan meningkat, info menunjukkan tren kenaikan kasus nan mengkhawatirkan secara global.

Di Amerika Serikat, nomor pemeriksaan kanker rongga mulut dan faring meningkat dari 10 kasus per 100.000 orang pada tahun 2007 menjadi 11,6 pada tahun 2023. Secara global, kejadian ini diprediksi bakal melonjak hingga 30 persen pada tahun 2030. Lantas, apa nan memicu kenaikan ini di saat penggunaan tembakau dan alkohol justru menurun?

Penyebab Utama: Pergeseran dari Tembakau ke Virus

Secara tradisional, penggunaan tembakau (rokok, asap rokok orang lain, maupun tembakau kunyah) dan konsumsi alkohol berlebih adalah pemicu utama. Seseorang nan mengonsumsi empat minuman beralkohol setiap hari selama 20 tahun mempunyai akibat tiga kali lipat lebih tinggi. Kombinasi alkohol dan tembakau apalagi dapat meningkatkan akibat hingga 40 kali lipat.

Namun, aspek pendorong utama kenaikan kasus saat ini adalah jangkitan Human Papillomavirus (HPV). Virus nan ditularkan secara seksual ini--yang juga menyebabkan kanker serviks--kini bertanggung jawab atas sekitar 30 persen kasus kanker orofaringeal di seluruh dunia.

Fakta Penting: Pasien kanker kepala dan leher nan mengenai HPV condong berumur lebih muda saat didiagnosis dan sering kali tidak mempunyai riwayat merokok berat, tetapi mempunyai riwayat aktivitas seksual nan lebih awal alias pasangan seksual nan lebih banyak.

Mengapa Kasus Terus Meningkat?

Meskipun penggunaan tembakau di kalangan dewasa turun 22 persen dalam dua dasawarsa terakhir, jangkitan HPV di area mulut tetap tinggi. CDC memperkirakan subtipe HPV akibat tinggi terdeteksi pada mulut 4 persen orang dewasa usia 18 hingga 69 tahun. Berbeda dengan kanker serviks nan mempunyai prosedur Pap smear, belum ada metode skrining rutin nan serupa untuk kanker mulut dan tenggorokan, selain pemeriksaan bentuk oleh master alias master gigi.

Langkah Pencegahan: Apa nan Bisa Anda Lakukan?

Kabar baiknya, akibat kanker ini dapat ditekan secara signifikan melalui langkah-langkah berikut:

  • Vaksinasi HPV: Ini adalah langkah paling efektif. Studi menunjukkan laki-laki nan divaksinasi mengalami penurunan akibat kanker kepala dan leher sebesar 56 persen, sementara pada wanita sebesar 33 persen. Vaksin direkomendasikan untuk anak usia 11-12 tahun, tetapi tetap berfaedah hingga usia 26 tahun (atau hingga 45 tahun berasas konsultasi dokter).
  • Berhenti Merokok: Berhenti merokok selama 1-4 tahun menurunkan akibat sebesar 30 persen. Jika sukses berakhir selama 20 tahun, akibat turun hingga lebih dari 75 persen.
  • Batasi Alkohol: Menghindari konsumsi alkohol berlebih secara konsisten dapat menurunkan akibat hingga 40 persen dalam jangka panjang.
  • Pemeriksaan Rutin: Mintalah master gigi alias master umum Anda untuk memeriksa adanya pertumbuhan abnormal alias bercak putih/merah di dalam mulut saat pemeriksaan rutin.

Harapan melalui Pengobatan Modern

Bagi mereka nan terdiagnosis, kemajuan dalam pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi meningkatkan nomor kelangsungan hidup lima tahun hingga mendekati 70 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 15 persen dibandingkan 50 tahun nan lalu. Dengan penemuan awal dan program vaksinasi nan lebih luas, nomor kasus diharapkan bakal mulai menurun di masa depan. (nWashingto Post/I-2)

Faktor Risiko Dampak/Risiko
Infeksi HPV Penyebab 30% kanker orofaringeal global
Alkohol + Tembakau Meningkatkan akibat hingga 40 kali lipat
Biji Pinang (Areca Nut) Pemicu utama di Asia Selatan & Tenggara
Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia