Penyaluran KUR Tembus Rp 219,62 Triliun, Diterima 3,41 Juta Debitur

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melaporkan realisasi penyaluran angsuran upaya rakyat (KUR) mencapai Rp 219,62 triliun hingga 11 September 2026. Realisasi tersebut setara 75,7% dari total sasaran penyaluran KUR tahun ini nan mencapai Rp 290 triliun.

"Realisasi KUR per 11 September 2026 sudah mencapai Rp 219,62 triliun alias 75,7% dari sasaran Rp 290 triliun," ujar Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Loto menjelaskan penyaluran KUR per 11 September itu telah menjangkau sekitar 3,41 juta debitur. Di mana, sebesar 117,11% merupakan debitur baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari total realisasi KUR ini, penyaluran ke sektor produksi telah mencapai Rp 143,81 triliun alias 65,4% dari target. Loto menyebut penyaluran ke sektor produksi ini sudah melampaui sasaran nan ditetapkan 65%.

"Kebijakan KUR 2026 juga terlihat semakin memperluas akses pembiayaan termasuk bagi sektor ekonomi imajinatif melalui pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai agunan tambahan dan juga kembang 6% efektif per tahun bagi sektor produksi dan berorientasi ekspor serta pelonggaran pemisah gelombang janji dan akumulasi pinjaman untuk sektor produksi dan berorientasi ekspor," jelas Loto.

Kendati begitu, Loto menilai pertumbuhan angsuran UMKM tetap tertinggal dibandingkan angsuran perbankan. Secara keseluruhan porsi angsuran UMKM terhadap total angsuran perbankan terus menurun dari 20,9% pada Januari 2023 menjadi 17% pada April 2026.

Tak hanya itu, dia membeberkan sejumlah tantangan akses pembiayaan bagi UMKM. Di antaranya, tetap rendahnya akses angsuran maupun pinjaman, riwayat angsuran negatif dalam SLIK nan dapat menurunkan kepantasan angsuran debitur sehingga mempersempit akses terhadap pembiayaan formal, serta tingkat kembang angsuran kepada UMKM nan relatif lebih tinggi dari tingkat kembang angsuran perbankan pada umumnya.

(rea/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance