Ilustrasi(magnific)
KOMUNIKASI sering kali diagungkan sebagai fondasi utama dalam sebuah hubungan. Namun, realitanya, banyak pasangan nan tetap terjebak dalam keheningan saat percakapan mulai menyentuh ranah keintiman, kebutuhan emosional, hingga batas pribadi. Alih-alih berbincang jujur, tidak sedikit nan lebih memilih untuk berasumsi.
Fenomena ini diperkuat oleh info dari The Gottman Institute nan mengungkapkan kebenaran cukup mengejutkan mengenai perilaku komunikasi pasangan dewasa mengenai rumor sensitif.
Data Komunikasi Pasangan
| Persentase Pasangan Tidak Terbuka | 73% |
| Topik nan Jarang Dibahas | Kebutuhan seksual, fantasi, dan batas (boundaries) |
| Sumber Data | The Gottman Institute |
Hambatan Psikologis: Antara Canggung dan Takut Konflik
Psikolog sekaligus Sex Educator, Febrizky Yahya, menjelaskan bahwa kemauan untuk berbincang sebenarnya ada pada setiap pasangan. Namun, ada tembok besar nan menghalangi, ialah rasa canggung dan ketakutan bakal munculnya bentrok alias kesalahpahaman.
MI/HO--Acara Spill the (Safe) Tea di Jakarta, Kamis (18/6).
“Tantangan terbesar bukanlah perbedaan pendapat, melainkan ketidakberanian mengungkapkan apa nan dirasakan. Saat pasangan memilih berasumsi daripada bertanya langsung, di situlah kualitas hubungan mulai terganggu,” ujar Febrizky dalam aktivitas Spill the (Safe) Tea di Jakarta, Kamis (18/6).
Ia menekankan bahwa keterbukaan mengenai preferensi dan kenyamanan adalah kunci untuk membangun rasa aman, baik secara bentuk maupun emosional. Dengan berkomunikasi, pasangan dapat saling menghargai kebutuhan satu sama lain dengan lebih baik.
Inisiatif Okamoto: Merayakan Keterbukaan lewat 'Spill the (Safe) Tea'
Menyadari tetap terbatasnya ruang kondusif untuk membicarakan keintiman, Okamoto menghadirkan Spill the (Safe) Tea. Berkolaborasi dengan organisasi DearMoms dan IVG, intimate gathering ini melibatkan 15 pasangan dewasa untuk mengeksplorasi dinamika hubungan mereka dalam suasana nan hangat.
Mengusung konsep afternoon tea, aktivitas ini diisi dengan beragam agenda menarik:
- Sesi Refleksi: Peserta diajak memandang kembali dinamika hubungan harian mereka.
- Permainan Pasangan: Aktivitas nan dirancang unik untuk memicu komunikasi terbuka mengenai kebutuhan dan preferensi.
- Edukasi & Mitos: Diskusi berbareng master mengenai kesehatan seksual dan penggunaan kondom tanpa rasa penghakiman.
Membangun Hubungan nan Bertanggung Jawab
Senior Chief Marketer Okamoto Industries (HK) Ltd., Holly Kwan, menyatakan bahwa aktivitas ini adalah kelanjutan dari semangat Playspace nan sebelumnya telah dijalankan. Menurutnya, hubungan nan berbobot tidak hanya soal perlindungan fisik, tetapi juga soal kepercayaan.
“Hubungan nan berbobot lahir dari rasa saling memahami, bukan sekadar asumsi. Melalui aktivitas ini, kami mau menginspirasi pasangan untuk berani memulai langkah kecil: berbincang jujur. Langkah mini ini bisa menjadi awal dari hubungan nan lebih kuat dan penuh kepercayaan,” tutup Holly.
Dengan adanya ruang-ruang obrolan seperti ini, diharapkan topik keintiman tidak lagi dianggap tabu, melainkan menjadi bagian dari style hidup sehat bagi pasangan dewasa di Indonesia. (z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·