Pentagon Naikkan Status Ancaman Intelijen Israel ke Level Tertinggi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gedung pentagon. Foto: Frontpage/Shutterstock

Sebuah laporan dari Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat (DIA) menunjukkan bahwa Pentagon tengah meningkatkan potensi ancaman intelijen Israel ke level tertinggi, alias kritis. Laporan ini muncul ditengah kekhawatiran bahwa sejumlah pejabat tinggi AS tengah di mata-matai.

Laporan itu pertama kali diungkap NBC News pada Sabtu (6/6) dengan mengutip sejumlah pejabat AS.

"Kemampuan melakukan spionase manusia dan pengumpulan intelijen teknis berada pada tingkat 'kritis'," demikian penilaian Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) nan dikutip NBC News.

AFP melaporkan langkah itu diambil setelah muncul kekhawatiran bahwa Israel berupaya memperoleh info mengenai pembahasan internal dan proses pengambilan keputusan pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengenai bentrok di Timur Tengah.

Sementara itu, laporan The New York Times menyebut terdapat indikasi upaya penyadapan terhadap sejumlah pejabat senior AS.

Target nan disebut dalam laporan tersebut antara lain utusan utama Trump, Steve Witkoff, serta pejabat kebijakan tertinggi Pentagon, Elbridge Colby.

Hingga sekarang belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel mengenai laporan tersebut.

Sejumlah kendaraan tengah melintasi jalan di Kawasan Teheran pada Selasa (5/5/2026). Tampak jalanan tersebut bergambar bendera Amerika Serikat (AS) dan Israel. Foto: STR / AFP

Hubungan Washington dan Tel Aviv juga disebut menghadapi tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

AS dan Israel melancarkan serangan berbareng terhadap Iran pada 28 Februari lampau nan kemudian memicu perang di kawasan. Sejak saat itu, hubungan antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut tidak lagi seharmonis sebelumnya.

Media Axios dan ABC News sebelumnya melaporkan bahwa Trump sempat melontarkan kemarahan kepada Netanyahu dalam percakapan telepon mengenai ancaman Israel untuk menyerang Beirut, Lebanon.

Menurut laporan tersebut, Trump cemas langkah itu dapat mengganggu upaya diplomatik dan perundingan nan sedang berjalan dengan Iran.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan