Pentagon Gandeng Nvidia hingga Microsoft, Kembangkan AI buat Jaringan Rahasia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Gedung pentagon. Foto: Frontpage/Shutterstock

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengumumkan telah menandatangani kerja sama dengan sejumlah raksasa teknologi, termasuk Nvidia, Microsoft, Amazon Web Services (AWS), dan Reflection AI.

Kesepakatan ini memungkinkan Pentagon menggunakan teknologi dan model kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan-perusahaan tersebut di jaringan rahasia mereka untuk penggunaan operasional. Langkah ini menyusul kerja sama sebelumnya dengan Google, SpaceX, dan OpenAI.

Pentagon menyebut kerja sama ini bakal mempercepat transformasi militer Amerika Serikat menjadi kekuatan tempur nan mengutamakan AI.

“Perjanjian ini bakal memperkuat keahlian prajurit dalam menjaga kelebihan pengambilan keputusan di seluruh domain peperangan,” tulis Pentagon dalam pernyataan resmi, mengutip TechCrunch.

Kesepakatan ini juga menjadi bagian dari strategi Pentagon untuk memperluas kerja sama dengan beragam penyedia AI. Langkah tersebut diambil setelah bentrok dengan perusahaan AI Anthropic mengenai syarat penggunaan teknologi mereka.

Pentagon menginginkan akses tanpa pemisah terhadap perangkat AI milik Anthropic. Namun, perusahaan tersebut menolak dan meminta adanya pembatasan guna mencegah penyalahgunaan, seperti pengawasan massal domestik dan penggunaan senjata otonom.

Perselisihan ini sekarang tetap berjalan di pengadilan. Pada Maret 2026 lalu, Anthropic sempat memenangkan putusan sementara nan melarang Pentagon menyebut perusahaan tersebut sebagai akibat rantai pasok. Pentagon menegaskan bahwa mereka mau menghindari ketergantungan pada satu vendor AI saja.

Simulasi perang Pentagon di Afrika Barat Foto: Faisal Nu'man/kumparan

“Kami bakal terus membangun arsitektur nan mencegah ketergantungan pada satu penyedia AI dan memastikan elastisitas jangka panjang,” tulis Pentagon.

Dengan mengakses beragam teknologi AI dari ekosistem teknologi Amerika, militer diharapkan mempunyai perangkat nan lebih komplit untuk menghadapi ancaman. Teknologi AI dari perusahaan-perusahaan tersebut bakal digunakan pada lingkungan dengan tingkat keamanan tinggi, ialah Impact Level 6 (IL6) dan Impact Level 7 (IL7).

Kedua tingkat ini merupakan pengelompokkan keamanan tinggi untuk info dan sistem nan dianggap krusial bagi keamanan nasional. Penggunaan di level ini berfaedah sistem kudu dilindungi secara ketat, baik secara bentuk maupun melalui kontrol akses dan audit nan ketat.

Pentagon juga mengungkapkan bahwa lebih dari 1,3 juta personel Departemen Pertahanan telah menggunakan platform AI internal mereka, GenAI.mil. Platform ini menyediakan akses ke model bahasa besar (large language model/LLM) dan beragam perangkat AI lainnya dalam lingkungan cloud nan telah disetujui pemerintah.

Saat ini, penggunaan platform tersebut tetap difokuskan pada tugas non-rahasia seperti riset, penyusunan dokumen, dan kajian data. Langkah Pentagon ini menunjukkan semakin besarnya peran kepintaran buatan dalam sektor pertahanan, sekaligus membuka obrolan baru mengenai batas dan etika penggunaan AI dalam militer.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan