Ramai berita salah satu mitra pemasok kendaraan Daihatsu ialah Asco menutup seluruh jaringan diler nan meniagakan merek asal Jepang tersebut. Per 1 Juni kemarin, perusahaan menutup operasional penjualannya.
Namun Asco Automotive tak sepenuhnya mundur dari pasar otomotif domestik, mereka dikabarkan hanya beranjak ke merek lain. Ini terlihat dari salah satu unggahan media sosial diler maupun tenaga penjualan nan menampilkan materi promosi Lepas dan iCar.
Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI DSO), Tri Mulyono tak menampik perihal berakhirnya kemitraan Asco Automotive dengan Daihatsu.
"Terkait dengan adanya penutupan salah satu diler Daihatsu, pada dasarnya kami menghargai setiap keputusan nan telah diambil oleh pihak diler sebagai bagian dari dinamika upaya nan terjadi," buka Mulyono dihubungi kumparan, Kamis (4/6/2026).
Namun demikian, Mulyono menegaskan bahwa Daihatsu Indonesia tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Dinamika upaya itu disebutnya tak mengubah pelayanan pengguna Daihatsu di seluruh Tanah Air.
Penjualan Daihatsu relatif stabil
Berakhirnya hubungan Daihatsu dengan salah satu mitranya Asco Automotive dipandang murni sebagai keputusan dan strategi bisnis. Fenomena ini tidak bisa langsung diartikan alias dihubungkan langsung dengan kondisi penjualan Daihatsu saat ini.
Sambil menunggu info Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Mei 2026, penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) maupun retail (dari diler ke konsumen) sepanjang Januari-April terlihat tetap relatif stabil.
Selama empat bulan berjalan, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) konsisten duduk di ranking ke-2 sebagai merek mobil terlaris di Tanah Air. Jumlah wholesales sejauh ini mencapai 48.280 unit dengan pangsa pasar 16,7 persen dan retail 46.953 unit (16,3 persen).
Penjualan wholesales Daihatsu Januari-April 2026
Januari: 12.513 unit
Februari: 13.452 unit
Maret: 8.916 unit
April: 13.399 unit.
Penjualan retail Daihatsu Januari-April 2026
Januari: 11.202 unit
Februari: 12.336 unit
Maret: 11.115 unit
April: 12.300 unit.
Bahkan lewat siaran resmi terbaru PT ADM, serapan retail pabrikan pada Mei kemarin justru naik 25 persen dibanding periode serupa pada 2025 dengan perolehan 12.531 unit. Sejak Januari, paling banyak disumbang oleh model LCGC (Low Cost Green Car).
Porsinya mencapai 30 persen nan diwakilkan oleh Daihatsu Sigra dan Daihatsu Ayla dengan jumlah 17.893 unit (year-to-date). Kemudian LSUV Terios menyumbang nomor 6.063 unit (10 persen), sedangkan model lainnya (Xenia, Rocky, Sirion, dan Luxio) banyaknya sekitar 5 ribu unit dengan kontribusi sekitar 9 persen.
Selain mobil penumpang, upaya Daihatsu tetap ditopang kuat dari model kendaraan niaga ringan. Sejak Januari hingga Mei 2026 setidaknya 30.454 unit seri Gran Max telah tersalurkan, meliputi 20.294 unit Gran Max Pick Up (PU) dan 10.160 unit Gran Max Mini Bus (MB).
Marketing Director dan Corporate Communication Director PT ADM, Sri Agung Handayani mengapresiasi para pengguna Daihatsu nan datang dari perorangan hingga sektor korporasi atas kepercayaan memilih kendaraan lansiran perusahaan.
"Performa positif ini juga ditopang oleh jangkauan konsumen nan luas, mulai dari wilayah urban, hingga rural alias remote area, di mana kontribusi rural alias remote area ini dapat mencapai lebih dari 40 persen alias lebih tinggi dibandingkan pasar otomotif nasional," urai Sri Agung dikutip dari keterangan resmi, Senin (8/6).
Dirinya menambahkan, capaian tersebut menambah motivasi Daihatsu untuk terus menghadirkan kendaraan dan jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia. Termasuk mempertahankan jasa purnajual.
Informasi Daihatsu, saat ini pabrikan didukung jaringan purnajual luas nan mencakup 250 gerai, 170 bengkel resmi, 320 armada DMS (Daihatsu Mobile Service), dan 3.320 part shop lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·