Penjelasan Pengadilan Militer Jakarta soal Sidang Kasus Staf Zaskia Mecca

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Acara buka puasa bareng Scarlett berbareng Zaskia Adya Mecca dan Felicya Angelista, di Cikini, Jumat (7/3). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Pengadilan Militer II-08 Jakarta memberikan penjelasan mengenai ramai unggahan Zaskia Mecca nan mempertanyakan penundaan sidang dugaan pemukulan terhadap stafnya.

Dalam unggahannya, Zaskia mengaku mendapat panggilan sidang di Pengadilan Militer II-08 pada Selasa (7/4). Namun, saat datang, dia menyebut suasana pengadilan sepi.

"Jadi, saya mau menyampaikan untuk pemanggilan sidang menjadi kewenangan dari oditur militer. Kita menjadi penyelenggara sidang hari ini Pengadilan Militer memang tidak ada sidang," kata jubi Pengadilan Militer Jakarta, Mayor Chk Endah Wulandari dikutip dari Antara, Rabu (8/4).

Karyawan Zaskia Adya Mecca, berjulukan Faisal diduga menjadi korban pemukulan di area Ampera, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saat kejadian, Faisal diketahui tengah membonceng anak Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo, Kala Madali.

Pelakunya diduga adalah personil TNI berinisial Praka NC nan kemudian diproses secara hukum. Sidang tersebut nan kemudian dipertanyakan Zaskia Mecca penundaannya.

Menurut Endah, Penundaan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan mengenai dengan kewenangan dan kondisi internal di tingkat Oditurat Militer. Endah menjelaskan, Pengadilan Militer hanya bertindak sebagai penyelenggara sidang.

Endah menambahkan, sidang kasus nan melibatkan pengemudi dari pihak Zaskia sebenarnya telah dijadwalkan ulang untuk digelar pada hari ini setelah sebelumnya dibuka pada 31 Maret.

Namun, di hari nan sama, oditurat militer tengah menerima pelimpahan berkas perkara lain nan cukup besar, ialah kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.

Situasi ini membikin oditur memprioritaskan penanganan berkas tersebut.

"Karena ada pelimpahan berkas perkara nan cukup penting, oditur meminta agar sidang ditunda. Jadi memang hari ini tidak ada sidang sama sekali,” jelas Endah.

Selain itu, ketidakhadiran saksi juga menjadi aspek penting. Endah menegaskan, tidak ada saksi korban nan datang pada hari tersebut, termasuk pihak pelapor.

Bahkan, oditur nan semestinya datang dalam persidangan juga tidak berada di tempat lantaran tengah konsentrasi pada proses manajemen pelimpahan perkara.

Menanggapi pernyataan Zaskia Adya Mecca nan menyebut dirinya datang berbareng dua saksi, Endah menduga bahwa kemungkinan dua orang tersebut bukanlah saksi korban utama, melainkan pihak lain nan tidak berangkaian langsung sebagai pelapor.

Terkait kondisi Pengadilan Militer nan disebut sunyi dalam unggahan Zaskia, Endah menegaskan lantaran tidak adanya sidang nan berlangsung.

Pihak Pengadilan Militer memanfaatkan waktu dengan melakukan aktivitas lain di luar kantor. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun area integritas melalui aktivitas olahraga bersama.

"Kegiatan olahraga di luar untuk menarik area integritas kami. Tapi itu dilakukan setelah ada permohonan dari oditur untuk menunda Sidang. Jadi seluruh sidang hari ini memang tidak ada," ucap Endah.

Untuk kelanjutan proses hukum, Endah memastikan bahwa sidang bakal dijadwalkan kembali pada Rabu (8/4). Namun, proses pemanggilan saksi tetap berada di bawah kewenangan oditur militer.

Dia juga menyampaikan bahwa pihak oditur telah menyampaikan permohonan maaf dan tengah menyiapkan penjelasan resmi untuk menghindari kesalahpahaman di publik, terutama lantaran rumor ini telah menarik perhatian luas dan menyangkut lembaga Pengadilan Militer.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan