Pengusaha Minta Moratorium Ketat Investasi Pabrik Semen Baru, Ada Apa?

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri semen nasional tengah menghadapi masalah klasik nan belum terselesaikan, ialah kelebihan kapabilitas produksi. Kondisi ini membikin banyak pabrik tidak beraksi secara optimal.

Ketua Pengawas Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (Asperssi) Christian Kartawijaya menyebutkan, tingkat utilisasi industri saat ini tetap rendah, jauh dari kondisi ideal untuk menjaga kesehatan bisnis.

Kelebihan pasokan nan besar membikin persaingan semakin ketat, apalagi memaksa sejumlah pabrik untuk mengurangi produksi alias menghentikan operasional.

"Nah jika itu kan seperti kita sudah sampaikan, industri semen ini saat ini sekitar 53% utilisasinya," katanya usai Halal Bihalal, Selasa (14/4/2026).

Kondisi tersebut menunjukkan, nyaris separuh kapabilitas produksi tidak digunakan, nan berakibat langsung pada efisiensi dan profitabilitas perusahaan.

Oversupply nan terjadi bukan dalam skala kecil, melainkan sudah mencapai puluhan juta ton, menjadi beban struktural bagi industri.

"Oversupply-nya bisa mencapai mungkin sekitar 55 juta ton," ujar Christian.

Situasi ini diperparah dengan adanya tambahan kapabilitas baru nan terus masuk, meskipun pasar belum menunjukkan pemulihan signifikan.

Pelaku industri pun mendorong pemerintah untuk memperketat kebijakan moratorium pembangunan pabrik semen baru agar kondisi tidak semakin memburuk.

"Kita kudu pilih pabrik nan mana nan lebih efisien. Nah makanya kita berambisi jika bisa sih ada moratorium nan dijaga," sebut

Di sisi lain, masuknya investasi baru, termasuk dari luar China, tetap terjadi melalui izin lama nan tetap berlaku. Hal ini menambah tekanan pada pasar domestik.

Meski sebagian besar kapabilitas baru ditujukan untuk ekspor, apalagi hingga 80%, pelaku industri tetap cemas bakal dampaknya terhadap keseimbangan pasar dalam negeri.

"Di Kalimantan Timur mereka bakal bangun 8 juta ton kapabilitas clinker," sebutnya.

Dengan pertumbuhan permintaan nan relatif terbatas, tambahan kapabilitas baru dinilai belum diperlukan dalam beberapa tahun ke depan.

Industri menilai, tanpa pengendalian kapasitas, kondisi oversupply bakal terus bersambung dan menghalang pemulihan sektor.

"Kalau bertumbuh 5 sampai 6% per tahun, mungkin dalam 5 tahun mendatang kita nggak butuh pabrikan semen baru," ujarnya.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News