Jakarta, CNBC Indonesia - Industri ritel modern berkesempatan kembali menggenjot penjualan pada akhir 2026 hingga awal 2027. Setelah melewati periode low season nan menekan transaksi, pelaku upaya bakal menghadapi rangkaian momentum shopping nan berpotensi meningkatkan aktivitas konsumen.
Periode tersebut mencakup sejumlah hari besar keagamaan dan pergantian tahun, disusul penyesuaian bayaran minimum, pembagian tunjangan hari raya (THR), hingga Ramadan dan Idulfitri. Sejumlah perusahaan juga berpotensi membagikan bingkisan keahlian tahunan nan dapat menambah ruang shopping masyarakat.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja memandang triwulan IV-2026 dan triwulan I-2027 sebagai kesempatan bagi pelaku upaya untuk memaksimalkan penjualan. Rangkaian momentum tersebut dapat menjadi penopang setelah upaya ritel melewati periode nan relatif lebih sepi.
"Triwulan IV/2026 dan triwulan I/2027 bakal menjadi kesempatan bagi industri upaya ritel di Indonesia untuk memaksimalkan penjualan sehubungan dengan momen-momen krusial nan bakal datang secara berurutan," kata Alphonzus kepada CNBC Indonesia, Jumat (16/10/26).
Momentum Natal dan Tahun Baru menjadi pembuka rangkaian tersebut pada akhir tahun. Setelah itu, konsumen bakal menghadapi sejumlah peristiwa nan berpotensi memengaruhi anggaran rumah tangga, termasuk penyesuaian bayaran minimum dan seremoni Imlek.
Memasuki awal 2027, perhatian industri ritel bakal tertuju pada Ramadan hingga Idulfitri. Periode ini secara historis menjadi salah satu musim shopping krusial di Indonesia, ketika kebutuhan masyarakat terhadap beragam produk dan jasa meningkat menjelang hari raya.
Alphonzus menilai rangkaian momen tersebut memberikan ruang bagi pelaku upaya untuk mengejar penjualan setelah periode low season. Namun, besarnya kesempatan tetap berjuntai pada keahlian peritel memanfaatkan waktu shopping dan menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan konsumen.
"Dimulai dari Natal, tahun baru, kenaikan bayaran minimum, Imlek, Ramadan, THR, Idulfitri," ujarnya.
Selain hari besar, tambahan pendapatan nan diterima sebagian pekerja juga dapat menjadi aspek pendukung aktivitas belanja. Pembagian bingkisan perusahaan atas keahlian tahunan berpotensi menambah daya beli golongan masyarakat nan menerimanya, meskipun dampaknya bakal berjuntai pada besaran bingkisan dan prioritas pengeluaran masing-masing rumah tangga.
Bagi pengelola mal, periode tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan aktivitas visitor sekaligus mendorong konversi menjadi transaksi. Strategi promosi, program belanja, dan penyesuaian penawaran dengan almanak hari besar dapat menjadi bagian dari upaya memanfaatkan momentum musiman.
"Tidak sedikit perusahaan-perusahaan nan bakal membagikan bingkisan atas keahlian 2026," kata Alphonzus.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
19 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·