Pengusaha Mal Ngeluh Biaya Operasi Bengkak Imbas Listrik Padam Bergilir

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengaku pemadaman listrik nan terjadi beberapa waktu lampau berakibat pada biaya operasional nan membengkak hingga 200%. Situasi ini terjadi di tengah kondisi mal nan sedang low season alias sunyi pengunjung.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan gangguan listrik membikin para pengelola mal untuk beranjak menggunakan genset sebagai sumber daya cadangan. Akibatnya, biaya operasional membengkak.

"Gangguan listrik berfaedah kan pusat perbelanjaan tetap kudu melayani masyarakat, kudu tetap buka. Artinya apa? Menggunakan genset. Genset itu bahan bakarnya solar. Solarnya naik, solar non-subsidi ya, kan (harga) naiknya luar biasa. Itu membikin biaya operasional meningkat," ujar Alphonzus saat ditemui di Trans Studio Mal Cibubur, Jawa Barat, ditulis Jumat (10/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alphonzus membeberkan biaya menggunakan genset jauh lebih mahal dibandingkan dengan tarif listrik reguler. Ia menyebut biayanya bisa meningkat 200%.

"Ini sekedar contoh saja. Biaya jika kita menggunakan genset untuk pasokan listrik, itu biayanya bisa sampai 200% dibandingkan dengan biaya (listrik) PLN. Apalagi kemarin kan ditambah nilai solarnya kan naiknya luar biasa," jelasnya.

Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk segera memitigasi agar perihal serupa tak terjadi lagi. Sebab, dia mengakui kondisi tersebut dapat semakin menekan pengelola mal.

"Sebetulnya kita bisa atasi dengan mendorong penjualan kan? Tetapi sekarang low season. Nggak bisa didorong penjualannya. Jadi akhirnya biayanya naik. Sedangkan biaya naik di tengah-tengah kondisi kita berada pada saat low season. Itu nan sulitnya di situ," beber ia.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance