Pengumuman MSCI Direspons Positif Pelaku Pasar

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pengumuman MSCI Direspons Positif Pelaku Pasar ilustrasi(Antara)

Indeks nilai saham campuran (IHSG) menguat 0,71% pada awal perdagangan Rabu (24/6) pukul 09.00 WIB, dengan kenaikan 43,50 poin ke level 6.144. Penguatan ini terjadi setelah Indonesia kembali dipertahankan dalam kategori emerging market pada hasil 2026 Morgan Stanley Capital International (MSCI) Market Classification Review. Ekonom Universitas Brawijaya, Noval Adib, menilai keputusan MSCI tersebut disambut positif oleh pelaku pasar. 

“Pasar menyambut positif pengumuman MSCI ini dan sekarang IHSG naik 0,7%,” kata Noval kepada Media Indonesia, Rabu (24/6).

Ia menjelaskan respons positif pasar sebenarnya sudah terlihat sejak sebelumnya, lantaran keputusan mempertahankan Indonesia di emerging market dinilai sudah priced in oleh pelaku pasar. Hal ini merujuk pada pengumuman Global Market Accessibility Review pada 19 Juni 2026 nan menyoroti perlunya peningkatan transparansi dan aksesibilitas info di pasar modal Indonesia.

"Pengumuman resmi MSCI tentu membikin publik lega, ibaratnya Indonesia baru saja memenangkan satu babak pertempuran,” ujarnya

Namun demikian, Noval menilai pengumuman terbaru MSCI tetap memberikan penegasan krusial mengenai peringatan Indonesia berpotensi diturunkan ke kategori frontier market jika tidak ada kemajuan pada perbaikan aspek aksesibilitas dan integritas pasar modal Indonesia hingga pertimbangan November 2026.

Ia menyebut tetap ada pekerjaan rumah besar bagi otoritas pasar modal, terutama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pemisah waktu pertimbangan berikutnya.

"Ini belum memenangkan perang secara keseluruhan lantaran tetap ada pekerjaan rumah untuk terus melakukan perbaikan pasar saham," ucapnya. 

Senada, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai keputusan MSCI mempertahankan Indonesia di kategori emerging market merupakan berita positif bagi pasar modal nasional. Menurutnya, keputusan tersebut menghapus akibat penurunan ranking dalam jangka pendek sekaligus menjadi pengakuan atas arah reformasi nan telah ditempuh regulator.

“Ini merupakan hasil nan konstruktif. MSCI mempertahankan Indonesia di kategori Emerging Market dan secara definitif mengakui beragam langkah reformasi nan telah dilakukan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Fakhrul menilai hasil Market Classification Review 2026 menunjukkan MSCI tidak meragukan komitmen Indonesia dalam melakukan reformasi, melainkan menekankan pentingnya penerapan nyata di lapangan. Fokus utama sekarang bergeser dari perumusan kebijakan menuju efektivitas pelaksanaannya.

Kalau sebelumnya tantangannya adalah merancang reformasi, maka sekarang tantangannya adalah menunjukkan bahwa reformasi tersebut betul-betul bekerja. 

"Investor dunia mau memandang perbaikan nan nyata dalam transparansi, pembentukan nilai nan sehat, kualitas pengawasan, dan integritas pasar,” tegasnya.

Ia menambahkan, rumor nan disoroti MSCI bukan terletak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, melainkan pada kualitas prasarana pasar modal. Karena itu, menurutnya, nan dibutuhkan saat ini adalah konsistensi implementasi, penegakan aturan, serta peningkatan kualitas pengawasan pasar.

Terkait tenggat hingga November 2026, Fakhrul menilai waktu nan tersedia tetap cukup bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan nan meyakinkan. Ia menekankan bahwa beragam kerangka reformasi utama sebenarnya telah tersedia dan tidak dimulai dari nol.

“Indonesia tidak memulai dari nol. nan dibutuhkan sekarang adalah konsistensi penerapan dan keahlian menunjukkan hasil nan dapat diukur oleh penanammodal global,” jelasnya.

Menurutnya, pasar modal Indonesia saat ini berada dalam posisi nan relatif lebih baik lantaran ketidakpastian arah reformasi telah berkurang dan regulator menunjukkan respons sigap terhadap masukan penanammodal global. Namun, dia mengingatkan bahwa akibat belum sepenuhnya hilang.

Ia menilai November 2026 bakal menjadi titik pertimbangan krusial nan menentukan keberlanjutan reformasi pasar modal Indonesia. Investor, kata dia, bakal menilai langsung perbaikan pada aspek transparansi kepemilikan, efektivitas pengawasan, konsistensi penegakan hukum, serta kredibilitas pembentukan nilai saham.

“Pada akhirnya, nan dinilai bukan banyaknya patokan baru, tetapi kepercayaan nan sukses dibangun melalui penerapan patokan tersebut,” ujarnya.

Fakhrul menegaskan keberhasilan mempertahankan status emerging market tidak hanya berakibat pada pasar saham, tetapi juga pada persepsi penanammodal terhadap ekosistem finansial Indonesia secara keseluruhan. Ia menutup dengan pandangan bahwa periode menuju November 2026 menjadi kesempatan krusial untuk membuktikan efektivitas reformasi nan telah dijalankan.

“MSCI sekarang meminta Indonesia membuktikan bahwa reformasi nan sudah dibuat betul-betul bekerja,” katanya.

“Jika momentum ini dapat dijaga, saya optimistis Indonesia dapat mempertahankan posisinya sebagai emerging market dan memperkuat daya tariknya di mata penanammodal global,” tutup Fakhrul. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia