Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah Jaksel Ditetapkan Jadi Tersangka

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Jakarta -

Polisi menangkap sosok MY (34), pelaku nan mengirim ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel). Polisi sudah menetapkan MY sebagai tersangka.

"Sudah ditetapkan tersangka. Ada dua perangkat bukti," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

MY dijerat dengan Pasal 601 KUHP mengenai ancaman teror. Berikut ini bunyi pasal tersebut:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap Orang nan menggunakan Kekerasan alias Ancaman Kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana teror alias rasa takut terhadap secara meluas alias menimbulkan Korban nan berkarakter massal dengan langkah merampas kemerdekaan alias hilangnya nyawa alias kekayaan barang orang lain, alias untuk menimbulkan kerusakan alias kehancuran terhadap objek vital nan strategis, lingkungan hidup, akomodasi publik, alias akomodasi internasional, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun alias pidana penjara seumur hidup.

Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku mengaku usil saat mengirimkan ancaman teror itu. Polisi tetap mendalami pengakuan pelaku.

Sebagai informasi, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang mengikuti upacara pagi. Setelah penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi.

Sosok Pelaku Ortu Siswa

Polisi mengungkap sosok MY nan mengirim ancaman teror peledak ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa. Pelaku rupanya orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut.

"Setelah pelaku diamankan, rupanya anaknya pelaku juga berguru di sekolah tersebut," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Senin (13/7).

Iman mengatakan pelaku sempat menjemput anaknya setelah mengirimkan pesan tersebut. Sebagaimana diketahui, para siswa di SDN itu dibubarkan dan diminta pulang setelah adanya teror bom.

"Tadi pagi nan berkepentingan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror mengenai dengan ancaman peledak tersebut," imbuhnya.

(wnv/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News