Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Minggu (19/4) mengadakan upacara penghormatan terakhir terhadap prajurit UNIFIL dari Prancis, Sersan Kepala Florian Montorio, nan tewas saat bekerja di Lebanon selatan pada Jumat (17/4).
Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, memimpin upacara khidmat di airport Beirut untuk menghormati "pengabdian dan pengorbanan" Montorio.
"Kami ada di sini untukmu hari ini, kami di sini untuk berdiri di hadapanmu dan menghormatimu," ujar Abagnara, dalam siaran pers UNIFIL, Senin (20/4).
"Sebagai komandanmu, saya berbincang kepadamu dengan rasa hormat dan hati nan berat. Florian, pengabdianmu tidak berhujung di sini. Ia bakal terus hidup dalam apa nan kami lakukan selanjutnya sebagai tentara, sebagai penjaga perdamaian, kita semua memikul tanggung jawab untuk terus melanjutkannya,” lanjutnya.
"Anda telah memberikan segalanya nan Anda miliki demi perdamaian di tanah ini. Anda mendapatkan seluruh rasa hormat kami," tambahnya.
UNIFIL sebelumnya menjelaskan, Montorio gugur dalam sebuah "insiden tragis" di Ghanduriyah ketika sebuah patroli nan sedang membersihkan bahan peledak ditembaki dengan senjata ringan oleh aktor-aktor "non-negara".
Tiga penjaga perdamaian lainnya terluka, dua di antaranya mengalami luka parah. UNIFIL telah meluncurkan penyelidikan dan mendesak otoritas Lebanon untuk mengidentifikasi serta menuntut pertanggungjawaban dari pelaku.
Montorio berumur 29 tahun, meninggalkan istri dan dua anak perempuan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menuding Hizbullah pelakunya, tapi Hizbullah menyangkal.
"Hizbullah membantah segala keterkaitan dengan kejadian nan terjadi dengan pasukan UNIFIL di wilayah Ghandouriyeh-Bint Jbeil," kata Hizbullah dalam pernyataan nan dilansir AFP.
Menurut Al Jazeera, Montorio adalah penjaga perdamaian keempat nan tewas sejak bentrok bersenjata antara Hizbullah dan Israel kembali pecah pada 2 Maret 2026.
Tiga penjaga perdamaian nan gugur sebelumnya berasal dari kontingen Indonesia, ialah Sertu Farizal Rhomadhon, Koptu Syarifuddin, dan Praka Agus Setiawan.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·