Wuling Mitra EV Blind Van Long Range(Istimewa)
PENGGUNAAN kendaraan listrik untuk mendukung operasional logistik terus ditingkatkan seiring upaya menekan emisi dari aktivitas pengiriman. DHL Express Indonesia menambah 30 kendaraan listrik untuk memperkuat operasional pengiriman di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Penambahan tersebut meningkatkan jumlah kendaraan listrik perusahaan menjadi 58 unit dari total 261 kendaraan operasional nan tersebar di beragam wilayah Indonesia.
Sebanyak 20 unit Wuling Mitra EV Blind Van Long Range bakal dioperasikan di Jakarta, delapan unit di Surabaya, serta masing-masing satu unit di Bandung dan Semarang. Serah terima armada dilakukan di akomodasi DHL Express Indonesia di Halim, Jakarta, Selasa (20/10).
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad mengatakan, penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya perusahaan mengurangi emisi dari aktivitas logistik. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menjawab kebutuhan pengguna nan semakin memperhatikan aspek lingkungan dalam memilih jasa pengiriman.
“Pelanggan mengharapkan penyedia jasa logistik nan tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga bisa menunjukkan kemajuan nyata dalam mengurangi akibat lingkungan,” kata Ahmad.
Ia berpandangan, penambahan kendaraan listrik memungkinkan perusahaan menekan emisi sekaligus mempertahankan kualitas jasa pengiriman. Kecepatan, keandalan, dan konektivitas tetap menjadi aspek penting, terutama untuk mendukung pengguna nan terlibat dalam perdagangan internasional.
“Penambahan armada ini merupakan langkah nyata dalam membangun operasional logistik dengan emisi nan lebih rendah di Indonesia, tanpa mengurangi kecepatan dan keandalan jasa nan dibutuhkan pelanggan,” ujarnya.
DHL Express Indonesia juga menargetkan peningkatan porsi kendaraan listrik secara berjenjang dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan membidik lebih dari 60% armada operasional menggunakan kendaraan listrik dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Ahmad mengatakan, penambahan 30 unit pada tahun ini menjadi bagian dari proses peralihan armada berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik. Perusahaan juga mempertimbangkan pengadaan tambahan sekitar 30–40 unit untuk mempercepat pencapaian sasaran tersebut.
“Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, kami menargetkan lebih dari 60% armada menggunakan kendaraan listrik. Jadi, penerapannya tidak hanya di empat kota ini, tetapi juga secara berjenjang di kota-kota lain,” kata Ahmad.
Pengembangan armada listrik turut mempertimbangkan kebutuhan operasional dan karakter rute pengiriman. Menurut Ahmad, sebagian besar rute kendaraan DHL Express Indonesia mempunyai jarak tempuh sekitar 200–300 kilometer, sehingga pemilihan kendaraan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman di lapangan.
Perusahaan juga pernah mengerahkan empat kendaraan listrik untuk memperkuat operasional logistik di Bali saat terjadi krisis bahan bakar minyak. Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran pemanfaatan kendaraan listrik untuk mendukung kelangsungan jasa di tengah hambatan operasional.
Di tingkat regional, DHL Express mengoperasikan lebih dari 1.400 kendaraan listrik untuk aktivitas penjemputan dan pengantaran kiriman di area Asia Pasifik. Sementara itu, DHL Group menargetkan emisi gas rumah kaca bersih nol pada 2050. Untuk mendukung sasaran tersebut, perusahaan menargetkan lebih dari 66% armada first-mile dan last-mile menggunakan kendaraan listrik pada 2030.
Wakil Presiden Wuling Motors Arif Pramadana mengapresiasi kepercayaan DHL Express nan menggunakan Mitra EV sebagai bagian dari armada operasional. Menurut dia, kerja sama tersebut sejalan dengan upaya pengembangan ekosistem kendaraan listrik sekaligus memenuhi kebutuhan kendaraan untuk sektor bisnis.
Arif mengatakan, kendaraan nan digunakan untuk operasional logistik memerlukan support jasa purnajual nan memadai lantaran intensitas pemakaiannya relatif tinggi. Karena itu, Wuling menyiapkan support unik bagi DHL Express sebagai pengguna armada berskala besar.
“Kami memberikan support jasa purnajual secara unik untuk DHL, termasuk personel nan didedikasikan untuk menangani kebutuhan mereka. Kendaraan ini digunakan untuk operasional upaya dengan intensitas tinggi, sehingga support jasa menjadi bagian krusial dari kerja sama,” ujar Arif. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·