Pengguna Ramai-Ramai Tinggalkan Google dan Beralih ke DuckDuckGo Tanpa AI, Ini Penyebabnya

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pengguna Ramai-Ramai Tinggalkan Google dan Beralih ke DuckDuckGo Tanpa AI, Ini Penyebabnya

DuckDuckGo no AI diluncurkan bagi pengguna nan tidak menginginkan support AI pada mesin pencari mereka.

JAKARTA - Mesin pencari (search engine) pengganti DuckDuckGo memanfaatkan sentimen anti-AI dengan meluncurkan ekstensi peramban (browser) baru nan memungkinkan pengguna untuk mengatur pengalaman pencarian tanpa AI (no AI), noai.duckduckgo.com, sebagai mesin pencari baku (default) mereka.

Setelah diaktifkan, pengguna bakal diarahkan ke laman pencarian bebas AI milik perusahaan DuckDuckGo, di mana mesin pencari tersebut tidak bakal memberikan jawaban nan dibantu AI, tidak ada rayuan obrolan, dan lebih sedikit gambar AI dalam hasil pencarian, demikian klaim perusahaan tersebut.

Ekstensi ini saat ini tersedia untuk pengguna Chrome dan Firefox. Sementara itu, orang-orang nan telah beranjak ke peramban web DuckDuckGo sudah mempunyai pengaturan AI mereka nan tersimpan, apalagi jika mereka menghapus riwayat peramban mereka.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa ekstensi ini dimaksudkan untuk membantu orang mendapatkan pengalaman pencarian nan konsisten dan bebas AI, nan semakin susah didapatkan saat ini, terutama setelah Google mengumumkan perombakan mesin pencarinya nan mengutamakan AI pada konvensi pengembangnya awal Mei lalu.

Sejak saat itu, trafik ke DuckDuckGo mengalami peningkatan pesat. Minggu lalu, perusahaan tersebut mencatat bahwa kunjungan web ke laman pencarian tanpa AI-nya meningkat nyaris 30% dari minggu ke minggu, dan instalasi aplikasinya di AS juga meningkat 18,1% dari minggu ke minggu, dengan instalasi aplikasi iOS di Amerika Serikat (AS) mencapai puncaknya pada pertumbuhan 69,9% dari minggu ke minggu, menurut TechCrunch.

Tren tersebut muncul setelah buletin bahwa Google sedang merombak kotak pencariannya dalam perubahan terbesar pada mesin pencarinya dalam lebih dari 25 tahun. Sekarang, alih-alih menampilkan tautan di bagian atas halaman, Google bakal lebih memilih mengarahkan pengguna ke ringkasan pencarian nan dihasilkan AI, nan semakin interaktif dan bisa membikin visualisasi, bagan, grafik, alias apalagi aplikasi mini, sesuai kebutuhan. Pertanyaan lanjutan dari Ringkasan AI bakal mengarahkan pengguna ke pengalaman obrolan Mode AI. "10 tautan biru" tradisional nan menjadi karakter unik Google di masa-masa awalnya sekarang lebih seperti tambahan, muncul di bawah semua produktivitas nan didukung AI ini.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com