Polisi mengungkap kebenaran baru tentang kasus penganiayaan nan dilakukan oleh pengasuh berinisial RS (52) terhadap dua bocah laki-laki berinisial AGP (7) dan AP (6) di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, pada Jumat (21/8) lalu.
Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, mengatakan setelah dilakukan pengecekan urine terhadap RS, dia dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba.
"Info terakhir cek urine positif (narkoba)," kata Syahril saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/8).
Syahril menuturkan, saat ini RS sudah ditahan di penjara dan berkas perkaranya bakal diserahkan ke Kejaksaan.
"Sudah dalam tahanan, melengkapi berkas dan ajukan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)," ucap Syahril.
Motif lantaran Anak Nakal
Sebelumnya, pelaku RS diduga melakukan penganiayaan lantaran dua bocah tersebut sering bandel sehingga pelaku spontan memukuli mereka.
"Nakal anaknya. Menurut dia (pelaku) nakal. Kan enggak tahu kita nih, menurut dia dibilangnya alasannya nakal," kata Syahril.
Polisi penjelasan bahwa pelaku merupakan seorang pengasuh, nan merupakan kawan dari ibu kedua bocah tersebut. Sebelumnya, polisi mengatakan bahwa pelaku merupakan tante mereka.
"Enggak ada hubungan darah, pengasuh aja," ujar Syahril.
Ibu Kerja di Luar Kota, Ayah Dipenjara
Syahril mengatakan, ibu kedua anak tersebut bekerja di luar kota. Sehingga, ibunya menitipkan kepada pelaku untuk diasuh selama lima tahun dengan bayaran Rp 500 ribu setiap minggu.
"Diasuh sama tersangka sudah lima tahun dengan janji setiap minggu dikasih bayaran Rp 500 ribu," ucap Syahril.
Sedangkan ayah mereka berada di penjara lantaran terlibat kasus narkoba.
Syahril menuturkan, pihaknya tetap melakukan pendalaman mengenai sudah berapa lama pelaku menganiaya kedua bocah tersebut.
Polisi menetapkan RS sebagai tersangka dalam dugaan tindak penganiayaan terhadap anak. RS dikenakan Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia tentang perlindungan anak dengan ancaman balasan 10 tahun penjara.
Video Viral
Sebelumnya, sebuah video viral memperlihatkan seorang bocah laki-laki diduga mengalami kekerasan oleh pengasuh mereka di Kabupaten Dairi.
Dalam video nan beredar, bocah itu berinisial AGP (7) ditemukan penduduk dan mengaku bahwa ayahnya telah di penjara lantaran narkoba. Lalu, keberadaan ibunya tidak diketahui dan mengaku bahwa dirinya telah disiksa.
"Bapakku di penjara narkoba, mamakku enggak tahu di mana. Aku disiksa di sini," kata AGP dalam video viral tersebut.
Saat ini, AGP sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya mulai stabil.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·