Pengamat: Koalisi Parpol belum Antusias Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Koalisi Parpol belum Antusias Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) menyapa sejumlah pejabat sebelum memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).(Antara)

WACANA support terhadap pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk kembali maju pada Pilpres 2029 belum mendapat sambutan luas dari partai-partai politik di parlemen. 

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai respons nan condong dingin itu tidak terlepas dari belum terlihatnya keahlian Gibran di mata publik.

Jamiluddin mengatakan, dorongan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) agar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode menunjukkan kesungguhan mantan presiden tersebut untuk menjaga keberlanjutan pemerintahan saat ini.

“Jokowi memang serius untuk mengantarkan dan mengamankan Prabowo-Gibran dua periode,” kata Jamiluddin dalam keterangannya, Rabu (24/6).

Menurut dia, sejauh ini hanya PSI nan merespons secara positif dan terbuka terhadap pendapat tersebut. Sementara kebanyakan partai politik di Senayan memilih menegaskan support terhadap pemerintahan Prabowo tanpa secara definitif mendukung pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode.

“Partai Demokrat, NasDem, PKB, Golkar, PKS, dan PAN umumnya menyatakan konsentrasi mendukung pemerintahan Prabowo. Dari enam partai itu hanya Golkar nan secara tegas menyatakan support kepada Prabowo-Gibran,” ujarnya.

Sementara itu, PDIP disebut memilih belum membicarakan kontestasi Pemilu 2029 dan menganggap pembahasan mengenai Pilpres mendatang tetap terlalu dini.

Jamiluddin menilai sikap sebagian besar partai politik tersebut cukup rasional. Sebab, hingga saat ini keahlian nan paling menonjol di pemerintahan tetap berasal dari Prabowo sebagai presiden.

“Terlepas dari kritik nan ditujukan kepada Prabowo, setidaknya kinerjanya jauh lebih nyata. Bahkan programnya nan berpihak kepada rakyat satu per satu terealisir,” tuturnya.

Ia mencontohkan capaian di sektor pertanian nan dinilainya mulai menunjukkan hasil positif, khususnya mengenai produksi beras nasional.

“Dalam waktu singkat keahlian Prabowo di bagian pertanian tampak nyata. Setidaknya Indonesia berkuasa menyandang swasembada padi alias beras. Ini tentu prestasi lantaran dalam sejarah Indonesia baru dua kali terjadi swasembada beras, ialah di era Soeharto dan Prabowo,” katanya.

Sebaliknya, Jamiluddin menilai publik tetap kesulitan memandang capaian konkret nan dihasilkan oleh Gibran selama menjabat sebagai wakil presiden. Menurutnya, beragam kunjungan kerja nan dilakukan Gibran ke daerah-daerah belum diikuti info nan jelas mengenai hasil maupun tindak lanjutnya.

“Gibran memang banyak berjamu ke beragam daerah, namun tidak diketahui tindak lanjut dari kunjungannya,” ujar Jamiluddin.

Ia juga menyinggung program jasa pengaduan masyarakat “Lapor Mas Wapres” nan dinilai belum menunjukkan hasil nan terukur kepada publik.

“Masyarakat tidak mengetahui berapa banyak pengaduan nan mendapat solusi. Karena itu hingga saat ini memang susah untuk menyebut keahlian Gibran,” katanya.

Atas dasar itu, Jamiluddin menilai wajar jika banyak partai politik saat ini lebih condong memberikan support politik kepada Prabowo daripada kepada pasangan Prabowo-Gibran secara utuh untuk periode berikutnya.

“Jadi, wajar kiranya jika banyak partai hanya memberi support dua periode kepada Prabowo. Apalagi dalam sejarah Indonesia, penentuan wakil presiden memang lebih banyak diserahkan kepada calon presidennya,” pungkasnya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia