Pengamat: Aparat Siap Hadapi Demonstrasi dengan Strategi Black Swan

Sedang Trending 13 jam yang lalu
 Aparat Siap Hadapi Demonstrasi dengan Strategi Black Swan ilustrasi(Antara)

Pengamat politik dan rumor intelijen Boni Hargens meyakini abdi negara keamanan nasional telah mempunyai kesiapan serta strategi kerjasama nan matang dengan beragam skenario keamanan dalam menghadapi demonstrasi besar nan berjalan pada Kamis (27/8). Boni menilai rumor mengenai potensi kekacauan merupakan bagian dari dinamika narasi di ruang publik kontemporer. Menurutnya, perihal tersebut tidak otomatis dimaknai sebagai ancaman nyata, namun tetap memerlukan respons nan proporsional dan terukur dari semua pihak.

"Polri berbareng TNI dan BIN tentunya sudah mempunyai strategi kerjasama nan efektif untuk menjaga kondisi tetap kondusif dalam situasi kacau apa pun nan mungkin terjadi," ujar Boni dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Antisipasi 'Black Swan Theory'

Meskipun situasi tampak terkendali, Boni menekankan agar kewaspadaan tidak kendur. Ia merujuk pada kerangka kajian keamanan Black Swan Theory (Teori Angsa Hitam), nan menekankan adanya kemungkinan peristiwa tak terduga dengan akibat besar, apalagi tanpa adanya preseden sebelumnya.

Ia beranggapan bahwa logika keamanan kudu senantiasa memperhitungkan kemungkinan tersebut, meskipun situasi terlihat normal. Perencanaan skenario terburuk (worst-case scenario planning) dan respons adaptif menjadi kunci utama dalam menghadapi demonstrasi berskala besar.

"Tentu saja kita tidak mengharapkan perihal jelek terjadi, namun logika keamanan kudu selalu memandang adanya kesempatan munculnya angsa hitam dalam setiap kesempatan ancaman," tuturnya.

Boni juga membujuk masyarakat, media, dan pengambil kebijakan untuk merespons rumor potensi kekacauan secara proporsional, tanpa meremehkan ancaman namun juga tidak memperkeruh suasana dengan kepanikan nan tidak berdasar.

Kesiapan Personel Polda Metro Jaya

Secara terpisah, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) telah menyiagakan personel di beragam titik strategis untuk mengawal tindakan unjuk rasa. Pengamanan dilakukan melalui koordinasi dengan TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta petugas pengamanan dalam (pamdal).

Fokus pengamanan meliputi kompleks DPR RI serta area sekitar Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Kepresidenan Jakarta. Personel nan ditugaskan dipastikan mencukupi untuk mengawal massa tindakan sekaligus menjaga keperluan pengamanan lainnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengonfirmasi kesiapan tersebut, meski belum memerinci jumlah total personel nan diturunkan ke lapangan. Sementara itu, massa tindakan di depan kompleks parlemen dilaporkan mulai menyiapkan atribut tuntutan sejak Kamis pagi. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia