Video seorang driver ojek online (ojol) memohon-mohon agar petugas Dishub di area Jakarta Timur (Jaktim) tak mengangkut motornya beredar di media sosial. Motor driver ojol tersebut diangkut saat tengah mengambil makanan.
Dirangkum detikcom, Minggu (21/6/2026), peristiwa penertiban dilakukan dalam operasi campuran nan digelar pada Rabu (17/6). Dalam video nan beredar tampak petugas Dinas Perhubungan mengangkut beberapa kendaraan di lokasi, termasuk milik ojol itu. Dinarasikan ojol itu sedang mengambil pesanan makanan.
Terlihat ojol tersebut memohon-mohon meminta keringanan agar kendaraannya tidak diangkut lantaran digunakan sebagai sarana utama untuk bekerja. Pengemudi ojol itu apalagi sampai memanjat mobil Dishub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, penertiban tetap dilakukan oleh petugas lantaran kendaraan tersebut dinilai parkir di letak nan melanggar patokan serta berpotensi mengganggu arus lampau lintas.
Kepala Sudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, mengatakan penertiban dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Petugas melakukan penderekan kendaraan, angkut jaring untuk kendaraan roda dua, serta operasi cabut pentil (OCP) terhadap kendaraan nan melanggar patokan parkir.
"Pada aktivitas tersebut, petugas menindak lima sepeda motor nan parkir di atas trotoar dengan tindakan angkut jaring," kata Harlem dalam keterangannya, Jumat (19/6).
Harlem menjelaskan salah satu kendaraan nan ditindak diketahui milik pengemudi ojol nan kemudian viral. Saat kendaraan sudah berada di atas truk angkut, pemilik motor datang dan meminta agar kendaraannya tidak dibawa lantaran digunakan sebagai sarana utama untuk bekerja.
Motor Diangkut untuk Jaga Keselamatan
Meski demikian, petugas tetap melanjutkan proses penindakan. Menurut Harlem, keputusan tersebut diambil demi menjaga keselamatan selama proses pengangkutan serta menghindari akibat terhadap petugas maupun pengguna jalan lainnya.
"Untuk menjaga keselamatan proses pengangkutan serta menghindari akibat terhadap petugas maupun pengguna jalan lainnya, pemilik kendaraan kemudian diarahkan untuk mengambil kendaraannya di Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur," jelasnya.
Dia menegaskan petugas telah memberikan penjelasan kepada pengemudi mengenai argumen penindakan tersebut. Sudinhub juga mengaku memahami bahwa kendaraan merupakan perangkat utama bagi pengemudi ojol untuk mencari nafkah.
"Kami memahami kendaraan merupakan sarana utama untuk bekerja. Karena itu petugas mengedepankan pendekatan humanis dan memberikan penjelasan secara baik kepada nan bersangkutan," katanya.
Setelah tiba di Kantor Sudinhub Jakarta Timur, pemilik kendaraan itu langsung dilayani sesuai prosedur. Pengemudi diminta membikin surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran, kemudian diperbolehkan membawa kembali kendaraannya dan melanjutkan aktivitas.
Harlem menegaskan penertiban dilakukan terhadap seluruh kendaraan nan melanggar patokan parkir tanpa membedakan pekerjaan pemilik kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Menurutnya, langkah tersebut bermaksud menjaga kegunaan trotoar bagi pejalan kaki serta menciptakan ketertiban dan keselamatan lampau lintas.
"Kami membujuk seluruh masyarakat untuk mematuhi patokan parkir demi kenyamanan bersama," ujarnya.
Dishub Minta Maaf
Harlem juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan petugas nan menjadi sorotan publik. Sudinhub Jakarta Timur berjanji bakal melakukan pertimbangan dan pembinaan kepada petugas agar penertiban dilakukan dengan lebih humanis dan persuasif.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas tindakan nan dilakukan oleh petugas dalam penyelenggaraan penertiban tersebut. Ke depan, kami bakal melakukan pertimbangan dan pembinaan agar seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan lebih humanis, persuasif, serta tetap mengedepankan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tutupnya.
Dishub Datangi Rumah Ojol
Jajaran Sudinhub Jakarta Timur mendatangi langsung rumah pengemudi tersebut. Pihaknya menemui pengemudi ojol berjulukan Sulis Agung Wibowo pada Sabtu (20/6). Pertemuan dilakukan untuk menjelaskan kronologi kejadian sekaligus meluruskan info nan berkembang di masyarakat.
"Kami memohon maaf atas kegaduhan nan timbul di masyarakat. Pertemuan ini kami lakukan untuk menjelaskan kronologi nan sebenarnya sekaligus menyampaikan langsung kepada Pak Sulis bahwa kejadian ini menjadi bahan pertimbangan bagi kami agar penyelenggaraan penertiban ke depan dapat melangkah lebih baik lagi," kata Harlem dalam keterangannya, Sabtu (20/6).
Menurutnya, pengemudi ojol berjulukan Sulis tersebut mendatangi petugas ketika sepeda motornya sudah berada dalam proses pengangkutan ke mobil derek. Karena proses pemuatan kendaraan sedang berjalan dan mempertimbangkan aspek keselamatan petugas serta pengguna jalan lain, Sulis diarahkan untuk mengikuti petugas ke Kantor Sudinhub Jakarta Timur.
Di instansi tersebut, Sulis diminta membikin surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran parkir. Setelah proses manajemen selesai, kendaraan langsung dikembalikan tanpa dipungut biaya.
"Di sana nan berkepentingan mengakui kesalahannya dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran parkir. Setelah itu, sepeda motor langsung dikembalikan tanpa biaya apa pun," ujarnya.
Driver Ojol Akui Kesalahan
Sementara itu, pengemudi ojol, Sulis Agung Wibowo, mengakui memang memarkirkan kendaraan tidak pada tempat nan semestinya saat mengambil pesanan makanan. Ia juga membantah dugaan bahwa kendaraannya ditahan oleh petugas.
"Saya mengakui salah lantaran parkir tidak pada tempatnya. Saya ikut ke instansi Sudinhub Jakarta Timur, menandatangani surat pernyataan, dan motor saya langsung bisa dibawa pulang pada hari itu juga tanpa biaya apa pun. Saya juga berjanji tidak bakal mengulangi lagi," kata Sulis.
Kata Rano Karno
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pun berkomentar mengenai peristiwa tersebut. Rano menegaskan pihaknya bergerak sigap merespons setiap keluhan penduduk nan ramai diperbincangkan publik.
"Suku Dinas Perhubungan sudah mendatangi kediamannya. Artinya, kami bergerak cepat," kata Rano di Jakarta Pusat, Sabtu (20/6).
Ia mengatakan pemerintah juga memperhatikan beragam info nan berkembang di media sosial (medsos), termasuk kasus nan menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, medsos sekarang menjadi salah satu kanal nan membantu pemerintah mengetahui persoalan nan dihadapi warga.
"Kami semua juga memantau info perkembangan melalui Instagram. Hal itu menjadi salah satu referensi kami," ujarnya.
Rano menegaskan Pemprov DKI berupaya memberikan respons sigap terhadap persoalan nan muncul di masyarakat. Namun, dia mengingatkan bahwa proses penyelesaian suatu masalah tidak selalu bisa dilakukan secara instan.
"Kami sangat merespons dengan sigap andaikan ada perihal nan bisa segera kami lakukan. Namun, meskipun respons kami cepat, proses perbaikan tentu memerlukan waktu. Itu adalah realitas nan tidak bisa dipungkiri," tuturnya.
(amw/lir)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·