Penerima LPDP Dapat Pembekalan TNI, Purbaya: Jangan Sampai Nanti Hina Negara!

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka bunyi mengenai pelibatan TNI dalam aktivitas Persiapan Keberangkatan (PK) bagi penerima danasiwa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Purbaya menegaskan pembekalan tersebut bukan untuk tujuan militer, melainkan untuk memperkuat disiplin dan rasa nasionalisme para peserta. Menurutnya, latihan bentuk seperti sit-up dan push-up merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kedisiplinan.

"LPDP itu ada pembekalan lebih lanjut dalam perihal dari TNI, bukan untuk perang tapi untuk melatih, memperkuat rasa nasionalisme mereka. Kan biasanya jika sit-up, push-up, itu disiplin itu kan latihan itu sebetulnya, latihan kecintaan ke negara. nan disiplin itu kecintaan ke negaranya," ujar Purbaya dalam jumpa media di instansi Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bendahara Negara, perihal ini krusial agar penerima danasiwa tetap mempunyai rasa cinta terhadap negara saat menempuh pendidikan di luar negeri. Ia mengaku enggan memandang penerima danasiwa LPDP menghina negara sendiri setelah diberangkatkan ke luar negeri.

"Jangan sampai kelak kayak waktu kemarin-kemarin, pergi keluar lenyap itu menghina-hina negara sendiri. Itu nan utama," tegas Purbaya.

Terkait anggaran tambahan untuk pelibatan TNI dalam pembekalan, Purbaya menyebut nilainya relatif mini dan tetap tergolong investasi. Ia menilai biaya tersebut sebanding dengan biaya besar nan telah dikeluarkan negara untuk membiayai pendidikan penerima danasiwa di luar negeri.

Menurutnya, tambahan biaya tersebut juga krusial untuk memastikan penerima danasiwa dapat kembali dan berkontribusi bagi Indonesia setelah menyelesaikan studinya.

"Di Halim kan? Ya nggak apa-apa, itu investasi. Kalau nambah sedikit, nggak banyak kan dibandingkan biaya mereka bertahun-tahun di luar negeri. Terus jika nggak balik, ruginya banyak saya," ucap Purbaya.

Purbaya juga menyebut kebijakan LPDP ke depan bakal lebih konsentrasi pada bagian sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Ia menilai selama ini tetap banyak penerima danasiwa nan mengambil bidang non-STEM, padahal kebutuhan pembangunan ke depan sangat berjuntai pada penguasaan teknologi.

"Saya waktu kemarin ke New York kan, ke DC ya, ketemu nan danasiwa LPDP sama nan nggak danasiwa LPDP, itu ada 50 orang. Sebagian besar jurusannya itu bukan STEM. Jadi bukan nan dibutuhkan oleh kita, kita bakal ubah itu lantaran kita kudu meningkatkan pemakaian teknologi ke depan, jika nggak kita ketinggalan," tutup Purbaya.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance