Pendiri Telegram Pavel Durov Didakwa dengan Tuduhan Membantu Teroris

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Pendiri Telegram Pavel Durov Didakwa dengan Tuduhan Membantu Teroris

Pendiri Telegram Pavel Durov.

MOSKOW - Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan pada Rabu (29/7/2026) bahwa Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan Telegram, telah didakwa di Rusia lantaran membantu aktivitas teroris. FSB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa prosedur untuk memasukkan Durov ke dalam daftar buronan internasional telah dimulai.

"Kepala manajemen Telegram, Pavel Durov, telah didakwa sebagai bagian dari penyelidikan pidana berasas Pasal 205.1, Bagian 1.1 dari Kitab Undang-Undang Pidana Rusia (membantu aktivitas teroris). Ia dimasukkan ke dalam daftar buronan internasional," bunyi pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu.

Pernyataan itu mengatakan bahwa melanggar undang-undang Rusia, manajemen Telegram belum menghapus banyak saluran, obrolan, dan bot dari aplikasi pesan ini nan secara aktif digunakan oleh dinas rahasia Ukraina, organisasi teroris, dan ekstremis untuk mempersiapkan dan mengoordinasikan sabotase dan tindakan teroris, pembunuhan massal, serta aktivitas penipuan siber di Rusia.

Ditambahkan bahwa kegiatan-kegiatan ini telah mengakibatkan banyak korban jiwa, termasuk wanita dan anak-anak, serta kerugian materiil miliaran dolar.

Telegram sangat dibatasi dan secara efektif diblokir di Rusia dari tahun 2018 hingga 2020. Pada awal tahun 2026, media lokal melaporkan bahwa pemerintah berencana untuk memblokir platform perpesanan tersebut lagi. Sekitar 65 juta orang di Rusia menggunakan Telegram setiap hari.

(Rahman Asmardika)

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com