Penderita GERD Tetap Boleh Makan Nasi di Malam Hari, ini Syaratnya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Penderita GERD Tetap Boleh Makan Nasi di Malam Hari, ini Syaratnya Ilustrasi(magnifik)

Bagi penderita gastroesophageal reflux disease (GERD), mengatur waktu makan menjadi salah satu perihal nan krusial untuk membantu mengendalikan gejala. Salah satu pertanyaan nan sering muncul adalah apakah penderita GERD tetap boleh makan nasi pada malam hari.

Jawabannya, nasi tidak secara otomatis kudu dihindari hanya lantaran dikonsumsi pada malam hari. nan perlu lebih diperhatikan adalah waktu makan, jumlah makanan, serta makanan pendamping nan dikonsumsi. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyebut bahwa orang dengan GERD nan mengalami indikasi pada malam hari alias saat berebahan dapat terbantu dengan makan setidaknya tiga jam sebelum tidur.

Artinya, makan nasi pada malam hari tetap memungkinkan selama tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur. Misalnya, jika seseorang biasanya tidur pukul 22.00, makan malam sebaiknya sudah selesai sekitar pukul 19.00. Jeda tersebut memberikan waktu sebelum tubuh kembali berada dalam posisi berbaring.

American College of Gastroenterology (ACG) juga memasukkan pengaturan waktu makan sebagai salah satu perubahan style hidup nan dapat dilakukan untuk membantu mengurangi indikasi GERD. Pedoman ACG menyarankan menghindari makan dalam waktu sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur.

Selain waktu makan, jenis makanan nan menemani nasi juga perlu diperhatikan. NIDDK mencatat bahwa beberapa makanan dan minuman dapat menjadi pemicu indikasi GERD pada sebagian orang. Di antaranya makanan tinggi lemak, makanan pedas, cokelat, kopi dan sumber kafein, mint, serta makanan alias minuman nan berkarakter masam seperti buah sitrus dan tomat.

Namun, pemicu GERD dapat berbeda pada setiap orang sehingga tidak semua makanan tersebut kudu otomatis dihindari oleh setiap penderita.

Porsi makan juga tidak kalah penting. Makan dalam jumlah besar pada malam hari, terutama menjelang tidur, dapat membikin seseorang merasa lebih tidak nyaman. Karena itu, pengaturan porsi dan waktu makan dapat menjadi bagian dari kebiasaan nan membantu mengurangi kemungkinan munculnya keluhan setelah makan.

Bagi orang nan tetap mau makan nasi pada malam hari, pilihan pendamping nan lebih sederhana dapat dipertimbangkan, terutama dengan memperhatikan makanan nan selama ini tidak memicu gejala. Sebaliknya, makanan nan diketahui sering menyebabkan keluhan sebaiknya dikurangi alias dihindari.

Jadi, penderita GERD tidak kudu menghilangkan nasi dari makan malam hanya lantaran mempunyai GERD. Hal nan lebih krusial adalah tidak makan terlalu dekat dengan waktu tidur, memperhatikan porsi, serta mengenali makanan nan menjadi pemicu indikasi pribadi.

Jika keluhan seperti rasa panas di dada, makanan alias cairan terasa naik ke tenggorokan, alias indikasi lainnya terus berulang meskipun pola makan sudah diatur, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Penanganan GERD dapat melibatkan perubahan style hidup maupun obat-obatan sesuai kondisi masing-masing pasien.

Sumber: NIDDK dan NIH

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia