Jakarta, CNBC Indonesia - PT Garam (Persero) mencatatkan penguatan keahlian sepanjang Tahun Buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, perseroan melaporkan pendapatan upaya sebesar Rp374,68 miliar, tumbuh 67% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp224,34 miliar, serta membukukan untung bersih sebesar Rp112,02 miliar.
Sejalan dengan capaian tersebut, RUPS juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp11,58 miliar kepada negara. Hal ini menjadi bentuk komitmen PT Garam untuk terus meningkatkan nilai perusahaan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi negara. Capaian positif tersebut diraih di tengah tantangan produksi garam nasional sepanjang 2025 akibat musim produksi nan relatif pendek. Dalam menghadapi kondisi tersebut, PT Garam melakukan beragam langkah optimalisasi, antara lain meningkatkan utilisasi aset, menjaga kesinambungan operasional pabrik, serta memperkuat penyerapan garam bahan baku dari sumber lainnya guna mendukung kebutuhan produksi dan penjualan. Perseroan juga terus meningkatkan kualitas produk agar semakin sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi industri, sekaligus memperkuat penetrasi pasar dan hubungan dengan pelanggan. Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose menyampaikan bahwa capaian keahlian Tahun Buku 2025 menjadi hasil kerja berbareng sekaligus momentum untuk terus memperkuat esensial perusahaan. "Laba nan sukses dicapai merupakan hasil kerja keras seluruh insan PT Garam dan menjadi amanah bagi kami untuk terus menciptakan nilai nan lebih besar. Kami berterima kasih keahlian tersebut juga dapat diwujudkan dalam corak kontribusi nyata kepada negara melalui pembayaran dividen," ujar Abraham dalam keterangan resmi, dikutip Senin (7/9/2026).
Selain memperkuat keahlian operasional, PT Garam terus mengakselerasi beragam program strategis nan diarahkan untuk meningkatkan kapabilitas produksi, memperkuat hilirisasi, dan mendukung pengembangan industri garam nasional. Perseroan menyiapkan penguatan struktur permodalan dan shopping modal untuk mendukung sejumlah proyek strategis, antara lain pengoperasian Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN), pembangunan dan pengembangan pabrik garam, pengembangan teknologi MVR di Manyar dan Balikpapan, serta pengembangan Pegaraman Rote. Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi PT Garam untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, kualitas produk, serta daya saing perusahaan dalam memenuhi kebutuhan garam nasional. "Ke depan, kami bakal terus memperkuat esensial bisnis, menjalankan program-program strategis, meningkatkan produktivitas, dan memperluas pasar. Kami mau memastikan pertumbuhan PT Garam tidak berakhir pada pencapaian laba, tetapi juga menghasilkan faedah nan semakin besar bagi negara dan masyarakat," lanjut Direktur Utama PT Garam.
PT Garam juga terus memperkuat perannya dalam mendukung penerapan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Kebijakan tersebut menjadi momentum bagi Perseroan untuk mendorong peningkatan produksi garam dalam negeri melalui tiga pilar utama, ialah intensifikasi, ekstensifikasi, dan pemanfaatan teknologi. Melalui peningkatan produktivitas lahan, optimasi pabrik, pengembangan proyek strategis, serta ekspansi pasar, PT Garam berkomitmen untuk semakin memperkuat perannya dalam mendukung terwujudnya swasembada garam nasional. Dengan diselesaikannya RUPS Tahun Buku 2025, PT Garam menegaskan komitmennya untuk terus menjaga pertumbuhan kinerja, memperkuat upaya dan daya saing, serta meningkatkan kontribusi kepada negara secara berkelanjutan.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·