Jakarta -
Polisi mengungkap sosok CW (31) nan merupakan otak penculikan kakek berinisial GH (70) di area Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara (Jakut). Pelaku CW merupakan seorang trader.
"Pekerjaannya wiraswasta, trading," kata Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra saat dihubungi, Senin (15/6/2026).
Agta mengatakan, CW membujuk rekannya berinisial FAP (26) untuk bertindak dalam tindakan penculikan. FAP sendiri bekerja di tempat gym sebuah apartemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agta menambahkan FAP dan CW berjumpa di tempat gym tersebut. CW meminta FAP untuk membantunya dan menjanjikan untuk membelikannya mobil.
"Pelaku kedua, petugas keamanan nan jaga tempat gym. (kedua pelaku) pernah gym bareng. Dijanjikan kerja sama, 8 bulan mau dikasih mobil," ujarnya.
Saat ini kedua pelaku CW dan FAP sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Keduanya dijerat Pasal 17 dan alias Pasal 18 juncto Pasal 450 dan Pasal 471 KUHP.
Motif Penculikan
Polisi mengungkap motif di kembali percobaan penculikan kakek berinisial GH (70) di area Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Pelaku, laki-laki inisial CW (31) merasa dendam lantaran hubungannya dengan anak korban tak direstui.
"Diduga lantaran masalah asmara alias hubungan nan tidak direstui oleh korban. Tersangka CW selaku otak pelaku mau membawa dan berjumpa secara langsung dengan korban untuk kepentingan pribadi nan berangkaian dengan saudari CKH, anak dari korban. Karena adanya penolakan hubungan dari family korban," kata Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra kepada wartawan, Senin (15/6).
Agta mengatakan, korban menolak hubungan tersebut lantaran pelaku CW sudah mempunyai anak dan istri. Pelaku lantas membujuk kenalannya di gym, FAP (26), untuk menculik korban.
"Jadi awalnya itu dia (pelaku) minta ketemu, semenjak akhirnya ayahnya tahu dia (pelaku) punya anak istri, dia di-cutoff. Dia minta untuk ketemu si korban ini cuman udah diblokir akhirnya dia nekat," ujarnya.
Kepada polisi, CW mengaku hendak menculik korban untuk mengajaknya berkomunikasi perihal hubungannya dengan anaknya. Namun demikian, pihak kepolisian tak serta merta mempercayai perihal itu dan tetap melakukan pendalaman.
"Dia (pelaku) bilangnya mau komunikasi, cuman kondisi bapak bapak udah usia segitu. Keterangan dia mau ngajak komunikasi, tapi kan nggak gitu juga, nggak nyulik juga. Itu sudah kekerasan," imbuhnya.
(wnv/mea)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·