Pencarian rombongan wartawan nan lenyap kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari ketiga pada Kamis (10/9).
Hingga Rabu (9/9) malam, tim SAR campuran belum menemukan jejak maupun tanda-tanda keberadaan para korban.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan posisi terakhir rombongan kapal hingga Rabu (9/9) malam juga belum diketahui.
“Posisi terakhir nan diketahui sampai hari ini dan semalam, tadi malam, belum diketahui titik-titik terakhir korban,” kata Lutfi saat dihubungi kumparan, Kamis (10/9).
Lutfi menjelaskan, pencarian pada hari Rabu oleh Basarnas dilakukan menggunakan sembilan perahu. Operasi tersebut juga didukung Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal).
“Jadi ada sembilan perahu kemarin nan menyisir wilayah pantai di seputaran di sekeliling Krakatau,” jelasnya.
Namun, dari penyisiran tersebut belum ditemukan barang, jejak, maupun indikasi keberadaan kelima wartawan.
“Belum sama sekali. Belum ditemukan jejaknya,” ujar Lutfi.
Menurut Lutfi, area pencarian telah dipetakan oleh Basarnas. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Kamis (10/9) mulai pukul 07.00 WIB.
Untuk pencarian hari ini, tim SAR memfokuskan penyisiran ke wilayah perairan dekat Lampung. Sebab, menurut Lutfi, info dari Basarnas menyebut arus air mengarah ke Lampung dan keluar menuju Samudra Hindia.
“Tim Basarnas sudah meluncur ke titik-titik pencarian nan untuk hari ini fokusnya ke wilayah penyisiran di wilayah Lampung, dekat Lampung,” kata dia.
Adapun rincian rombongan nan lenyap kontak berisi delapan orang. Mereka adalah kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), guide Heriyanto (49), serta lima jurnalis, ialah yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal nan merupakan wartawan freelance.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·