Perpustakaan Gasibu nan berada di area Lapangan Gasibu sebelum dibongkar dan diratakan dengan tanah.(MI/BAYU ANGGORO)
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi terus mengubah area Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Dampaknya, perpustakaan di area Lapangan Gasebu nan dibangun era Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan turut dibongkar, meski tergolong belum berumur tua.
Bangunan nan selama ini menjadi tujuan favorit untuk membaca itu sekarang rata dengan tanah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jabar Kusmana Hartadji membenarkan pembongkaran tersebut.
Ia menyebut langkah ini merupakan akibat dari penataan ruang publik nan tengah dikebut Pemprov Jabar.
Meski aset perpustakaan tersebut milik Biro Umum Setda Jabar, Kusmana memastikan pihaknya terus berkoordinasi agar kegunaan literasi tidak betul-betul lenyap dari area Gasibu.
"Saat ini Biro Umum sedang mengkaji penempatan akomodasi literasi baru agar selaras dengan wajah baru area Gedung Sate dan Gasibu. Pertimbangannya aspek kenyamanan dan kemudahan akses," tandasnya, Jumat (10/7).
Dia mengakui, Perpustakaan Gasibu mempunyai nilai historis dan emosional bagi masyarakat. Rata-rata visitor perpustakaan unik itu mencapai seribu orang per bulan terutama saat akhir pekan.
Dispusipda, kata Kusmana, optimistis akomodasi literasi bakal kembali dihadirkan setelah proyek rampung.
"Mudah-mudahan ada lagi. Kita mau penataan ruang publik melangkah beriringan dengan penguatan ekosistem literasi. Selama belum beroperasi, penduduk bisa mengakses Perpustakaan Provinsi di Jalan Kawaluyaan alias memanfaatkan jasa perpustakaan keliling," tuturnya.
JALAN DITUTUP PERMANEN
Selain pembongkaran akomodasi baca, penataan ini juga memicu perubahan besar pada arus lampau lintas. Jalan Diponegoro, tepat di depan Gedung Sate, resmi ditutup mulai Jumat (10/7).
Petugas Dinas Perhubungan Jabar, Dimas, mengungkapkan, penutupan dilakukan seiring dimulainya tahapan bangunan besar. Tidak hanya berkarakter sementara. Selama masa pengerjaan hingga 7 September mendatang, ruas jalan utama tersebut rencananya bakal ditutup secara permanen pascaproyek rampung.
"Rencananya sampai pembangunan selesai. Setelah selesai pun bakal ditutup permanen," katanya.
Demi mengantisipasi kemacetan, Dishub menyiapkan tiga jalur pengganti ialah Jalan Sentot Alibasyah, Jalan Surapati, dan Jalan Majapahit.
Pengendara nan melintas di sekitar area proyek diwajibkan ekstra waspada dengan batas kecepatan maksimal 30 kilometer per jam. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rekayasa lampau lintas nan bertindak selama masa transisi penataan area ikonik tersebut agar tidak terjebak dalam kepadatan arus kendaraan.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·