Penangkapan DPO Begal di Lampung Tengah saat Acara Hajatan Berujung Ricuh

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kericuhan saat proses penangkapan buronan pencurian kendaraan bermotor di Gang Seruni, Kelurahan Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (2/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sebuah video menunjukkan kericuhan saat aktivitas acara penduduk di Gang Seruni, Kelurahan Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (2/6).

Dalam video nan beredar di media sosial terlihat sejumlah penduduk marah. Beberapa bangku juga tergeletak di tengah jalan.

Perekam video mengatakan jika mau menangkap lakukan di rumah. Ia juga menyebut polisi bertindak tidak sopan.

"Kamu jika mau tangkap dia di rumah, jangan di tempat kami. Kamu orang bawa pistol sembarangan. Itu ibu saya sudah pingsan," ujarnya.

"Kalau ibu saya meninggal kalian tanggung jawab. Ini orangnya nih. polisinya nih. Polisi ga sopan, buser ga sopan," tambahnya sembari menyorot laki-laki nan diduga personil polisi.

Ingin Tangkap Buronan Begal

Terkait video tersebut, Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, membenarkan adanya peristiwa itu. Ia mengatakan saat itu polisi hendak menangkap DPO namalain buronan kasus begal.

Menurut Charles, polisi mendapatkan info pelaku berada di acara tersebut.

"Pelaku merupakan residivis kasus pemalak nan sudah lama buron. Saat itu personil memandang keberadaannya dan langsung berupaya melakukan penangkapan," kata dia.

Namun, proses penangkapan mendapat perlawanan dari sejumlah penduduk dan family pelaku. Bahkan, personil kepolisian disebut menjadi sasaran lemparan batu dan kursi.

"Ada masyarakat nan menghalangi proses penangkapan. Bukannya membantu, justru menyerang personil dengan melempari batu dan bangku sehingga pelaku sukses kabur," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, beberapa personil polisi mengalami luka-luka setelah terkena lemparan barang keras.

Kerap Beraksi dengan Senjata Tajam

Buronan kasus pemalak itu kerap bertindak dengan membawa senjata tajam. Charles memastikan pelaku terlibat kasus pemalak dengan karena terekam CCTV saat beraksi.

"Bukti CCTV sudah ada. Pelaku melakukan aksinya menggunakan senjata tajam. Kami sudah lama mencarinya dan kemarin terlihat sehingga langsung bakal diamankan," jelasnya.

Akibat kericuhan tersebut, buronan nan telah ditangkap sukses kabur.

Saat ini, polisi tetap melakukan pengejaran terhadap pelaku serta mendalami dugaan adanya pihak-pihak nan sengaja menghalangi proses penegakan hukum.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan